Trump Serang Wartawan CNN yang Tanya soal Korban Jeffrey Epstein:

Trump Serang Wartawan CNN yang Tanya soal Korban Jeffrey Epstein:
Wartawan CNN Kaitlan Collins Foto: AFP via Getty Images

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat ketegangan dengan jurnalis CNN, Kaitlan Collins, saat sesi tanya jawab di Ruang Oval Gedung Putih, Rabu (4/2/2026). Insiden ini terjadi ketika Collins menanyakan transparansi penanganan kasus kejahatan seksual miliarder Jeffrey Epstein.

 

Ketegangan bermula saat Collins mempertanyakan penyensoran dokumen kasus Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS pekan lalu. Menurut Collins, sejumlah korban Epstein merasa kecewa karena banyak informasi penting, termasuk keterangan saksi, disensor sepenuhnya dari dokumen publik tersebut.

 

"Banyak perempuan yang merupakan penyintas Epstein tidak senang dengan penyensoran sebagian informasi yang muncul -beberapa di antaranya adalah keterangan saksi disensor seluruhnya. Apakah menurut Anda mereka seharusnya lebih transparan?" tanya Collins kepada Trump.

 

Trump membantah keluhan tersebut dengan menyatakan bahwa informasi yang ia terima justru sebaliknya. Menurut Trump, para korban mengeluhkan identitas dan informasi pribadi mereka tidak disensor dalam berkas kasus.

 

Presiden ke-47 AS itu kemudian berusaha mengalihkan topik dengan menyatakan: "Saya pikir sudah saatnya negara ini beralih ke hal lainnya, sekarang setelah tidak ada yang terungkap tentang saya, selain itu adalah konspirasi terhadap saya, secara harfiah, oleh Epstein dan orang lain."

 

Collins tidak menyerah dan kembali mendesak dengan pertanyaan: "Tetapi apa yang akan Anda katakan kepada orang-orang yang merasa belum mendapatkan keadilan, Bapak Presiden?"

 

Pertanyaan berulang Collins memicu kemarahan Trump. Presiden Partai Republik itu langsung menyerang Collins dengan pernyataan kasar di hadapan anggota parlemen yang hadir.

 

"Anda tahu, Anda reporter terburuk," kata Trump dengan nada menghina sambil menoleh kepada anggota parlemen Partai Republik di sekelilingnya.

 

Trump kemudian melanjutkan serangan personalnya terhadap Collins. "Kalian tahu, dia wanita muda. Saya rasa saya belum pernah melihat Anda tersenyum. Saya sudah mengenal Anda selama 10 tahun. Saya rasa saya belum pernah melihat senyum di wajah Anda," ujar Trump sambil menatap Collins.

 

Collins berusaha mengembalikan fokus diskusi dengan menyatakan: "Saya bertanya tentang para korban pelecehan Jeffrey Epstein, Bapak Presiden."

 

Namun Trump mengabaikan respons tersebut dan melanjutkan kritiknya. "Anda tahu mengapa Anda tidak tersenyum? Karena Anda mengetahui bahwa Anda tidak mengatakan kebenaran. Dan Anda adalah organisasi yang sangat tidak jujur, dan mereka seharusnya malu pada Anda," ucap Trump.

 

Collins tetap berupaya merespons dengan menjelaskan bahwa pertanyaannya menyangkut "para korban pelecehan seksual", mengisyaratkan ketidakpantasan untuk tersenyum saat membahas topik sensitif tersebut.

 

Insiden ini terjadi saat Trump menggelar acara di Ruang Oval yang awalnya dimaksudkan untuk mempromosikan dirinya dan Partai Republik. Peristiwa ini kembali menunjukkan hubungan tegang antara Trump dengan media massa, khususnya CNN yang kerap menjadi sasaran kritik presiden.

 

Kasus Jeffrey Epstein sendiri telah menjadi perhatian publik Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Miliarder yang meninggal di tahanan pada 2019 itu didakwa melakukan perdagangan seks terhadap perempuan di bawah umur. Banyak korbannya hingga kini menuntut keadilan dan transparansi penuh dalam pengungkapan kasus tersebut.

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index