Pemerintah Jakarta Siap Vaksinasi 500 Orang Berisiko Terkena Monkeypox

Pemerintah Jakarta Siap Vaksinasi 500 Orang Berisiko Terkena Monkeypox
Ilustrasi vaksin cacar monyet. | ANTARA / Shutterstock / am / rst

Pemerintah Kota Jakarta telah mengumumkan rencana vaksinasi untuk melindungi warganya dari penyakit Monkeypox. Rencana tersebut ditujukan khusus untuk 500 orang yang dianggap berisiko tertular penyakit tersebut.

Monkeypox adalah penyakit infeksi yang mirip cacar yang berasal dari hewan pengerat dan primata. Meskipun kasus Monkeypox sangat jarang terjadi, dan biasanya tidak mematikan, penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman seperti demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Vaksinasi akan menjadi tindakan pencegahan yang efektif, dan otoritas kesehatan Jakarta ingin memastikan bahwa warga yang berisiko tinggi terlindungi. Sebanyak 500 orang yang telah diidentifikasi sebagai berisiko terkena Monkeypox akan menjadi prioritas dalam program vaksinasi.

Sasaran utama vaksinasi ini adalah orang-orang yang memiliki riwayat kontak dekat dengan hewan pengerat atau primata, yang memiliki gejala-gejala yang mencurigakan, atau yang tinggal di area yang dikenal sebagai wilayah endemis untuk penyakit Monkeypox. Dalam beberapa kasus, Monkeypox dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak fisik.

Pemerintah setempat bekerjasama dengan tenaga medis dan rumah sakit untuk melaksanakan program vaksinasi ini dengan cermat. Mereka juga akan memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi ini dan cara menghindari risiko penularan Monkeypox.

Upaya ini merupakan langkah proaktif dari pemerintah Jakarta dalam melindungi kesehatan warganya dan mencegah penyebaran penyakit Monkeypox. Di tengah tantangan kesehatan global, tindakan pencegahan seperti vaksinasi adalah kunci untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

#Kesehatan

Index

Berita Lainnya

Index