Kemenangan bersejarah tim hoki es putra Amerika Serikat di Olimpiade Musim Dingin 2026 Milan tak hanya menjadi pencapaian olahraga semata. Di balik gemuruh 16.000 penonton yang memadati Milano Santagiulia Ice Hockey Arena, ada dua nama yang selalu hadir dalam setiap sesi latihan, setiap pertandingan, dan setiap pojok ruang ganti: Johnny dan Matthew Gaudreau.
Tim AS akhirnya meraih medali emas setelah mengalahkan Kanada dengan skor 2-1 dalam perpanjangan waktu pada Minggu, 22 Februari 2026 kemenangan pertama hoki es putra Amerika di Olimpiade sejak 1980. Namun kemenangan ini terasa lebih dari sekadar trofi. Ini adalah janji yang ditepati, sebuah penghormatan untuk dua bersaudara yang pergi jauh sebelum waktunya.
Johnny Gaudreau (31) dan adiknya Matthew Gaudreau (29) tewas pada 29 Agustus 2024 setelah ditabrak oleh sebuah SUV saat mereka bersepeda di dekat kampung halaman mereka di New Jersey. Tragedi itu terjadi sehari menjelang pernikahan adik perempuan mereka, Katie, dan mengguncang seluruh komunitas hoki dunia. Terduga pengemudi dalam kondisi mabuk saat kecelakaan terjadi.
Johnny Gaudreau bukan pemain biasa. Dijuluki "Johnny Hockey," ia adalah pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Amerika Serikat dalam kompetisi internasional. Kariernya di NHL telah memasuki satu dekade, dan berdasarkan performa serta rekam jejaknya, pelatih kepala Mike Sullivan menegaskan bahwa Johnny hampir pasti masuk dalam skuad Olimpiade 2026 jika ia masih hidup.
"Dia adalah salah satu yang terbaik dari Amerika. Dia pribadi yang luar biasa di dalam maupun di luar es, dan saya rasa dia terus menjadi inspirasi bagi para pemain kami hingga hari ini," kata Sullivan.
Manajemen USA Hockey bahkan telah memberi tahu keluarga Gaudreau bahwa Johnny masuk dalam daftar roster proyeksi. "Dia ingin ada di tim ini," ujar sang ayah, Guy Gaudreau, saat menyaksikan kemenangan semifinal AS atas Slovakia, Jumat malam. "Dan akan sangat indah jika dia ada di sini."
Sebagai penghormatan, USA Hockey menggantungkan jersey biru bernomor 13 milik Johnny di ruang ganti Milano Santagiulia Ice Hockey Arena. Di sampingnya terpampang nomor 21 milik Matthew. Tradisi ini sebenarnya sudah dimulai sejak 4 Nations Face-Off tahun lalu dan berlanjut di Kejuaraan Dunia 2025, namun di Milan, maknanya terasa jauh lebih dalam.
"Ini berarti segalanya. Kita semua tahu dia seharusnya ada di sini bersama kami," kata Dylan Larkin, yang pernah bermain bersama Johnny di beberapa kejuaraan dunia. "Kami mencintainya, dan saya senang kami terus mengenangnya. Saya tak bisa membayangkan sebaliknya."
Charlie McAvoy, yang juga pernah satu tim dengan Johnny di kejuaraan dunia, menyebut rekan lamanya itu sebagai sosok dengan kepribadian yang menular. "Pribadi yang luar biasa, dengan kepribadian yang menyenangkan. Detail perhatian dari staf kami, terutama staf perlengkapan, untuk memastikan dia selalu bersama kami — pengingat kecil tentang dirinya di ruang ganti — sangat berarti. Anda selalu melihatnya. Lembut, tapi selalu ada. Dan kami tahu dia selalu bersama kami," ujarnya. Usai kemenangan semifinal, McAvoy menambahkan, "Saya yakin dia sedang tersenyum melihat kami bersiap bermain untuk memperebutkan medali emas."
Keluarga Gaudreau hadir langsung di Milan untuk menyaksikan perjalanan tim AS. Jane dan Guy Gaudreau, bersama Meredith (janda Johnny) dan dua anak tertua mereka, tiba pada Jumat setelah awalnya sempat ragu memenuhi undangan USA Hockey. Adalah dua putri keluarga Gaudreau yang meyakinkan mereka untuk berangkat.
"Kedua putri kami, selama 24 jam, terus berkata: 'Kalian harus pergi. Anak-anak pasti ingin kalian melakukan ini. Ini akan sangat berarti bagi John,'" kenang Jane Gaudreau. "Ini berarti begitu banyak bagi keluarga kami, dan kami sangat senang bisa mengenang apa arti anak-anak kami bagi dunia hoki."
Kehadiran mereka pun disambut hangat oleh para pemain. Zach Werenski, yang pernah satu tim dengan Johnny di Columbus Blue Jackets, mengaku istrinya telah dihubungi Meredith beberapa hari sebelumnya. "Sangat luar biasa memiliki mereka di sini, dan ini sangat istimewa. Kami senang bisa lolos ke final medali emas agar mereka bisa menyaksikannya dan menjadi bagian darinya. Kami harus membuat mereka bangga," katanya.
Bagi keluarga Gaudreau, kehadiran di Milan adalah pengalaman yang mereka sebut sebagai bittersweet manis sekaligus pahit. Sebelum Olimpiade bergulir, keluarga telah menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa "mewakili Tim AS di Olimpiade adalah salah satu impian terbesar Johnny." Mereka juga mengungkapkan bahwa di musim panas terakhirnya, Johnny berlatih lebih keras dari sebelumnya bersama sang ayah, mendorong dirinya untuk tampil dalam kondisi fisik terbaik demi merebut tempat di roster Olimpiade.
"Meski hati kami hancur karena John tidak bisa hadir untuk mewujudkan impian itu, kami tahu dia akan sangat hadir bersama Tim USA dan semua sahabat dekatnya yang bertanding," tulis keluarga dalam pernyataan yang dibagikan di platform X.
Rekam jejak internasional Johnny memang tak perlu diragukan. Ia memimpin Tim AS meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Junior 2013 di Rusia dengan torehan tujuh gol — terbanyak dalam turnamen tersebut. Ia juga membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia 2018 di Denmark bersama tim senior. Olimpiade 2026 sejatinya menjadi kesempatan pertamanya tampil di ajang tersebut, setelah NHL tidak berpartisipasi pada edisi 2018 dan 2022.
Kini, medali emas itu telah diraih. Dan meski Johnny tak bisa mengalungkannya sendiri, namanya terukir dalam sejarah kemenangan itu. Larkin berharap tradisi menggantung jersey nomor 13 di ruang ganti Tim AS akan terus berlanjut untuk tahun-tahun mendatang. "Saya harap begitu. Saya sungguh berharap begitu," katanya.