Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Usai Berjuang Melawan Kanker

Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Usai Berjuang Melawan Kanker
Dalam foto file 26 Mei 2023 ini, penyanyi Brad Arnold dari 3 Doors Down tampil di New York. Slaven Vlasic/Getty Images, FILE

Brad Arnold, vokalis sekaligus penulis lagu band rock Amerika Serikat 3 Doors Down, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah berjuang melawan kanker. Kabar duka ini diumumkan oleh pihak band melalui media sosial X dan Facebook pada Sabtu kemarin.

 

"Dia akan sangat dirindukan dan dikenang selamanya," tulis pernyataan resmi band yang dibentuk di Mississippi pertengahan 1990-an tersebut.

 

Arnold diketahui mengumumkan kondisi kesehatannya pada Mei 2025, di mana ia didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 4 jenis clear cell renal carcinoma yang telah menyebar ke paru-parunya. Saat pengumuman tersebut, sang musisi mengaku tidak takut menghadapi penyakitnya. "Saya tidak punya ketakutan, saya benar-benar tidak takut sama sekali," ujar Arnold kala itu, meskipun ia menyatakan kekecewaan karena band harus membatalkan tur mendatang. Ia juga meminta dukungan doa dari para penggemar, "Saya ingin kalian mendoakan saya setiap kesempatan yang kalian punya."

 

Sebagai anggota pendiri, vokalis, dan drummer asli 3 Doors Down, Arnold dinilai telah membantu mendefinisikan ulang musik rock mainstream dengan memadukan aksesibilitas post-grunge bersama penulisan lagu yang emosional dan langsung, dengan tema lirik yang beresonansi dengan pendengar sehari-hari. Kiprahnya di industri musik meninggalkan jejak mendalam, terutama melalui hit-hit ikonik era 2000-an seperti "Kryptonite," "Here Without You," "When I'm Gone," dan "Loser."

 

Lagu "Kryptonite," yang menjadi lagu terobosan band pada tahun 2000, ternyata ditulis Arnold saat ia masih berusia 15 tahun di kelas matematika. Lagu tersebut mencapai posisi ketiga di Billboard Hot 100 dan meraih sertifikasi delapan kali Platinum dari RIAA. Lagu ini dimuat dalam album debut mereka "The Better Life" yang dirilis tahun 2000, tersertifikasi tujuh kali Platinum, dan melahirkan hits lain seperti "Loser" dan "Be Like That."

 

Kesuksesan berlanjut dengan album kedua band pada 2002 berjudul "Away from the Sun" yang meraih status quadruple Platinum dengan single unggulan "When I'm Gone" dan "Here Without You." Dua album berikutnya, "Seventeen Days" (2005) dan album self-titled (2008), keduanya debut di posisi pertama tangga lagu Billboard 200. Sepanjang karier mereka, 3 Doors Down memenangkan tiga Billboard Music Awards dan mendapat dua nominasi Grammy untuk lagu "Kryptonite" dan "When I'm Gone."

 

Album debut mereka "The Better Life" tercatat sebagai album terlaris ke-11 tahun itu di Amerika Serikat. Band ini secara konsisten terdengar di radio rock dan pop sepanjang era 2000-an hingga 2010-an. Album terakhir mereka, "Us and the Night," dirilis pada 2016, dan band terus melakukan tur hingga tampil di perayaan pelantikan pertama Presiden Donald Trump pada 2017.

 

Penampilan di acara inaugurasi Trump tersebut menuai kritik dari sebagian penggemar. Manajer band, Angus Vail, membela keputusan tersebut dengan mengatakan kepada Vice, "Mereka adalah anak-anak baik dari Mississippi dan Alabama mereka berasal dari keluarga konservatif." Sebelumnya, band juga pernah tampil di pelantikan Presiden George W Bush.

 

Di balik kesuksesannya, Arnold pernah berjuang melawan kecanduan alkohol dan telah pulih sejak 2016. "Saya dulu berpikir itu adalah cara untuk menenangkan diri sebelum pertunjukan atau mengusir kesepian," ungkapnya kepada Charleston.com pada 2023.

 

Kepedulian sosialnya juga tercermin melalui pendirian Better Life Foundation pada 2004, organisasi amal yang bertujuan menciptakan perubahan positif dalam kehidupan anak-anak yang membutuhkan makanan, tempat tinggal, dan bantuan medis. Band mengadakan konser tahunan untuk penggalangan dana organisasi tersebut. "Semua uang yang masuk ke [amal] itu berasal dari penggemar dan orang-orang yang memberikannya kepada kami," kata Arnold kepada majalah Antihero pada 2021. "Tapi bisa melihat apa yang telah dilakukan selama bertahun-tahun jelas telah memperkaya hidup saya."

 

Dalam pernyataan resminya, pihak band menyebut bahwa musik Arnold bergema jauh melampaui panggung, menciptakan momen koneksi, kegembiraan, iman, dan pengalaman bersama yang akan terus hidup lama setelah panggung yang ia tampili. "Yang terpenting, (Arnold) adalah suami yang setia bagi [istrinya] Jennifer, dan kebaikan, humor, serta kedermawanannya menyentuh setiap orang yang cukup beruntung mengenalnya," tulis pernyataan band. "Mereka yang paling dekat dengannya akan mengingat tidak hanya bakatnya, tetapi juga kehangatan, kerendahan hati, iman, dan cinta mendalam untuk keluarga dan teman-temannya."

 

Arnold meninggalkan seorang istri bernama Jennifer. Keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dan kasih sayang yang diterima selama masa sulit ini, serta meminta privasi mereka dihormati. Matt Roberts, anggota pendiri trio asli band, juga telah meninggal pada 2016 di usia 38 tahun. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index