KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberikan klarifikasi tegas terkait pencatutan namanya dalam dokumen hukum Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang berkaitan dengan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun Facebook pribadinya pada Minggu (1/2), Anwar membantah keras memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang terlibat dalam korespondensi email tersebut.
Isu ini mencuat ke publik setelah DOJ merilis dokumen investigasi Epstein pada Jumat lalu, yang di dalamnya memuat salinan percakapan email tertanggal 21 Februari 2012. Dalam surat elektronik yang viral tersebut, seorang rekan Epstein yang namanya disamarkan menyarankan pertemuan antara Anwar Ibrahim dengan Jes Staley, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Investasi Bank JP Morgan. Sosok misterius tersebut mengeklaim mengenal Anwar dengan baik dan menyebut bahwa jika Anwar menjadi Perdana Menteri, hal itu bisa menjadi "tambang emas" bagi JP Morgan di Malaysia.
Menanggapi hal tersebut, Anwar Ibrahim menyatakan baru mengetahui perihal namanya yang dibawa-bawa oleh pihak luar dalam kasus tersebut. "Baru hari ini saya mengetahui ada pihak luar yang ingin bertemu dan bahkan 'mencatut' nama saya dalam email yang terkait dengan kasus Epstein," tulis Anwar dalam unggahan Facebook-nya. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu dan dirinya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pengirim maupun menerima email tersebut, terutama Epstein. "Alhamdulillah, sebagaimana disebutkan dalam email itu, kejadiannya sudah lebih dari sepuluh tahun lalu, dan saya sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang bertukar email tersebut terutama Epstein," tegasnya.
Dokumen DOJ menunjukkan bahwa Jeffrey Epstein sempat merespons saran pertemuan itu dengan menanyakan apakah Anwar bersedia melakukan perjalanan ke Amerika Serikat atau Eropa pada Mei 2012. Epstein bahkan menyarankan rekannya untuk membujuk Anwar dengan tawaran investasi industri film, termasuk membawa nama sutradara Hollywood, Woody Allen. Namun, tidak ada bukti dalam dokumen tersebut yang menunjukkan bahwa pertemuan yang direncanakan itu benar-benar terlaksana atau Anwar menyetujuinya.
Langkah Anwar untuk segera memberikan klarifikasi ini juga dipicu oleh desakan dari sayap pemuda partai oposisi, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Mereka menuntut penjelasan transparan mengenai apakah ada interaksi, baik langsung maupun tidak langsung, antara sang Perdana Menteri dengan pihak-pihak yang disebutkan dalam dokumen skandal internasional tersebut. Menutup pernyataannya dengan tagar #DoneExplain, Anwar menegaskan bahwa masalah ini telah selesai ia jelaskan sebelum melanjutkan kegiatannya di Johor Bahru. Nama Anwar sendiri muncul di antara daftar tokoh dunia lainnya yang namanya disebut dalam dokumen Epstein, termasuk miliarder Bill Gates dan Pangeran Andrew dari Inggris.