Jeffrey Edward Epstein (20 Januari 1953 – 10 Agustus 2019) adalah seorang finansier asal Amerika Serikat yang dikenal secara internasional karena keterlibatannya dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur dan perdagangan manusia. Ia menjadi figur yang sangat menonjol dalam sejarah kriminal modern Amerika Serikat akibat skala kejahatan yang dilaporkan, jaringan sosialnya yang luas di kalangan elite global, serta kontroversi hukum yang menyertai penanganan perkaranya. Nama Epstein tercatat secara luas dalam pemberitaan media internasional, dokumen pengadilan, dan kajian hukum karena kasusnya dianggap mencerminkan kegagalan sistemik dalam penegakan hukum terhadap pelaku berpengaruh.Jeffrey Epstein Lahir Jeffrey Edward Epstein
20 Januari 1953
Brooklyn, Kota New York, A.S.Meninggal 10 Agustus 2019 (umur 66)
Metropolitan Correctional Center, Kota New York, A.S.Sebab meninggal Bunuh diri dengan gantung diri Makam Pemakaman Bintang Daud, Palm Beach Gardens, Florida, A.S. Nama lain Marius Robert Fortelni[1] Almamater Sekolah Menengah Pertama Mark Twain
Sekolah Menengah Atas Lafayette
Universitas New York (putus sekolah)
Cooper Union (putus sekolah)Pekerjaan Tempat kerja Gugatan kejahatan Hukuman kriminal Hukuman penjara 13 bulan (2008) Kerabat Mark Epstein (adik) Rekan Ghislaine Maxwell Perincian Korban 1,000+[2][3] Tanda tangan ![]()
![]()
Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Jeffrey Epstein lahir di Brooklyn, New York City, dari pasangan Seymour George Epstein dan Pauline Stolofsky. Ia dibesarkan di kawasan Sea Gate, Coney Island, sebuah lingkungan permukiman tertutup. Sejak usia muda, Epstein dikenal memiliki kemampuan akademik yang menonjol, khususnya dalam bidang matematika. Ia menempuh pendidikan di sekolah negeri setempat, kemudian melanjutkan ke Mark Twain Junior High School dan Lafayette High School, dari mana ia lulus pada usia relatif muda setelah melompati beberapa tingkat kelas.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Epstein sempat mengikuti perkuliahan di Cooper Union dan New York University, termasuk di Courant Institute of Mathematical Sciences. Namun, ia tidak menyelesaikan pendidikan tinggi tersebut dan keluar tanpa memperoleh gelar akademik.
Karier Awal
Pada pertengahan dekade 1970-an, Epstein memulai karier profesionalnya sebagai pengajar matematika dan fisika di Dalton School, sebuah sekolah swasta elit di Manhattan. Pengangkatannya sebagai pengajar dilakukan meskipun ia tidak memiliki gelar sarjana maupun sertifikasi mengajar resmi. Masa kerjanya di institusi tersebut relatif singkat dan berakhir dengan pemecatan pada tahun 1976.
Setelah meninggalkan dunia pendidikan, Epstein memasuki sektor keuangan dan bergabung dengan Bear Stearns, sebuah perusahaan perbankan investasi besar di Wall Street. Di perusahaan ini, ia bekerja dalam berbagai posisi yang berkaitan dengan perdagangan dan pengelolaan produk keuangan, khususnya untuk klien-klien dengan kekayaan tinggi.
Aktivitas Bisnis dan Keuangan
Pada awal dekade 1980-an, Epstein mendirikan sejumlah entitas bisnis sendiri yang bergerak di bidang konsultasi keuangan dan pengelolaan aset. Perusahaannya dikenal menangani klien-klien dengan nilai kekayaan sangat besar, meskipun struktur dan transparansi sumber kekayaannya kerap dipertanyakan oleh pengamat keuangan.
Epstein kemudian memusatkan sebagian aktivitas bisnisnya di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, wilayah yang memiliki kebijakan pajak khusus. Melalui berbagai badan usaha perwalian dan pengelolaan kekayaan, ia memanfaatkan yurisdiksi tersebut untuk efisiensi pajak. Dalam periode ini, Epstein membangun jaringan sosial yang luas, mencakup tokoh bisnis, politik, akademik, dan figur publik internasional, yang kemudian berkontribusi pada tingkat pengaruh dan perlindungan sosial yang dimilikinya.
Jaringan Sosial dan Pengaruh
Salah satu aspek paling menonjol dari kehidupan Epstein adalah kedekatannya dengan berbagai tokoh publik berprofil tinggi. Ia dikenal sebagai individu yang aktif dalam membangun relasi sosial lintas sektor dan lintas negara. Hubungan-hubungan tersebut, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan aktivitas kriminalnya, menjadi sumber kontroversi besar setelah kasus hukumnya terungkap, karena memunculkan pertanyaan mengenai potensi penyalahgunaan kekuasaan, pengaruh, dan akses terhadap sistem hukum.
Kasus Hukum dan Proses Peradilan
Masalah hukum Epstein mulai terungkap secara publik pada tahun 2005, ketika aparat penegak hukum di Palm Beach, Florida, melakukan penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Penyelidikan tersebut mengungkap pola perekrutan korban yang sistematis dan melibatkan banyak anak perempuan di bawah usia legal.
Pada tahun 2008, Epstein mengaku bersalah atas dakwaan negara bagian Florida terkait pemaksaan anak di bawah umur untuk prostitusi dan permintaan jasa prostitusi. Ia dijatuhi hukuman penjara dengan skema khusus yang memungkinkan pembebasan terbatas untuk bekerja di luar tahanan. Putusan ini menuai kritik luas karena dianggap terlalu ringan dan tidak sebanding dengan beratnya kejahatan yang dilakukan.
Penangkapan Kedua dan Kematian
Pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap oleh otoritas federal Amerika Serikat atas dakwaan perdagangan seks anak yang terjadi di New York dan Florida. Ia ditahan di Metropolitan Correctional Center, New York City, sambil menunggu proses peradilan federal.
Pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal dunia di sel tahanannya. Otoritas medis menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri. Namun, kematian tersebut memicu kontroversi luas, kritik publik, dan spekulasi yang berkepanjangan mengenai kelalaian institusional dan kemungkinan faktor lain yang menyertainya.
Dampak dan Warisan
Kematian Epstein menyebabkan seluruh tuntutan pidana terhadap dirinya dihentikan. Meskipun demikian, kasus ini tetap memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Perkaranya memicu evaluasi ulang terhadap praktik penegakan hukum, perlindungan korban kejahatan seksual, serta hubungan antara kekuasaan ekonomi dan keadilan pidana.
Jeffrey Epstein tercatat dalam sejarah sebagai figur yang merepresentasikan kegagalan struktural dalam sistem hukum dan pengawasan sosial, serta menjadi simbol kontroversi mengenai impunitas elite. Notabilitasnya dalam konteks ensiklopedis bersumber dari dampak luas kasusnya terhadap hukum, politik, dan kesadaran publik global mengenai kejahatan seksual terorganisasi.