Jaipur Internasional Film Festival

Jaipur Internasional Film Festival

Festival Film Internasional Jaipur (bahasa Inggris: Jaipur International Film Festival, disingkat JIFF) adalah sebuah festival film tahunan yang diselenggarakan di kota Jaipur, India. Festival ini didirikan pada tahun 2009 dan dikelola di bawah naungan lembaga Jaipur International Film Festival Trust. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pertukaran pengetahuan, informasi, dan ide antara masyarakat India dan dunia melalui media film, serta memberikan apresiasi terhadap karya sinematik dari berbagai genre.

 

Sejarah dan Penyelenggaraan

Inisiasi JIFF dimulai pada tahun 2009 di bawah kepemimpinan pendirinya, Hanu Roj. Sejak awal pembentukannya, festival ini telah menjadi wadah pertemuan bagi para sineas internasional. Sepanjang sejarahnya, JIFF telah menyelenggarakan berbagai edisi dengan kehadiran tokoh-tokoh perfilman terkemuka. Salah satu perhelatan yang signifikan adalah edisi kedelapan yang dibuka pada tanggal 2 Januari 2016, yang menghadirkan sutradara dan produser ternama Prakash Jha sebagai tamu kehormatan.

Konsistensi penyelenggaraan festival ini terlihat dari rangkaian acara tahunan yang terus berlanjut. Edisi kesepuluh diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 10 Januari 2018, diikuti oleh edisi kedua belas yang berlangsung pada 17 hingga 21 Januari 2020. Meskipun menghadapi tantangan global, edisi ketiga belas JIFF tetap terlaksana pada tanggal 15 hingga 19 Januari 2021 di Jaipur.

 

Kategori dan Program Kompetisi

Struktur program dalam Festival Film Internasional Jaipur dirancang untuk mengakomodasi berbagai tingkat pengalaman sineas, mulai dari pemula hingga profesional, serta mencakup beragam format media. Secara garis besar, kategori dalam festival ini dibedakan menjadi segmen kompetitif dan non-kompetitif yang memiliki kriteria spesifik.

Salah satu kategori utama adalah Welcome Regard, yang merupakan segmen kompetitif internasional. Kategori ini dikhususkan bagi sutradara atau produser yang baru pertama kali memproduksi film fiksi panjang (feature fiction film). Dalam kategori ini, panitia melakukan seleksi ketat untuk menayangkan karya terbaik dari seluruh submisi yang masuk. Berbeda dengan itu, terdapat kategori U-Turn yang bersifat non-kompetitif. Segmen ini ditujukan bagi sutradara yang telah memiliki rekam jejak lebih dari dua film dalam kariernya. Film yang dapat didaftarkan dalam kategori ini meliputi karya yang sedang dalam tahap pasca-produksi atau yang dirilis setelah tanggal tertentu yang ditetapkan panitia.

Selain kompetisi utama, JIFF juga memiliki segmen kurasi khusus. Kategori Old is Gold dan Classic World didedikasikan untuk penayangan film-film klasik dari India dan mancanegara yang dilakukan melalui sistem undangan khusus. Festival ini juga memberikan ruang bagi metode produksi alternatif melalui kategori khusus untuk film yang didanai melalui urun dana (crowdfunding) serta film hasil koproduksi.

Adaptasi terhadap perkembangan teknologi media terlihat dari adanya kategori untuk seri web (web series) dan film seluler. Untuk kategori film seluler, karya diwajibkan mengangkat isu-isu sosial, direkam menggunakan kamera ponsel, dan memiliki durasi maksimal 30 menit. Elemen pendukung sinema lainnya juga mendapat apresiasi melalui kategori untuk lagu, film iklan, album musik, poster, pertunjukan langsung, serta penghargaan untuk dialog terbaik.

 

Pengembangan Kategori Baru (2025–2026)

Menyongsong penyelenggaraan tahun 2025 dan 2026, JIFF melakukan ekspansi signifikan terhadap kategori penghargaannya untuk menyesuaikan diri dengan standar penghargaan global dan tren distribusi digital.

Mulai JIFF 2025, festival ini memperkenalkan integrasi langsung dengan ajang Academy Awards (Oscar). Film-film dari berbagai negara yang telah mendapatkan nominasi resmi untuk Oscar 2026—baik dalam format fiksi pendek, dokumenter pendek, fiksi panjang, maupun dokumenter panjang—akan secara otomatis menjadi bagian dari kompetisi di JIFF 2026. Penilaian untuk kategori bergengsi ini akan dilakukan secara terpisah oleh dewan juri internasional yang terdiri dari para pemimpin sinema dunia, dan beberapa film terpilih akan ditayangkan untuk audiens global selama festival berlangsung.

Selanjutnya, mulai JIFF 2026, festival ini akan mengakui pergeseran pola konsumsi media dengan memperkenalkan penghargaan berbasis layanan Over-The-Top (OTT). Kategori baru ini mencakup penghargaan untuk Platform OTT Terbaik, Film Fiksi Pendek OTT Terbaik, dan Film Fiksi Panjang OTT Terbaik yang dirilis antara Januari 2023 hingga Desember 2025. Selain itu, aspek visual statis juga akan mendapat tempat melalui penambahan kategori baru untuk Fotografi Terbaik. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index