Departemen Kehakiman AS Rilis Jutaan Dokumen Investigasi Jeffrey Epstein Setelah Perjuangan Dua Dekade

Departemen Kehakiman AS Rilis Jutaan Dokumen Investigasi Jeffrey Epstein Setelah Perjuangan Dua Dekade
Foto: Rick Friedman/Corbis melalui Getty Images

Surabaya, 6 Februari 2026 - Departemen Kehakiman Amerika Serikat akhirnya merilis jutaan dokumen investigasi kasus pelecehan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein dan rekannya Ghislaine Maxwell, mengakhiri perjuangan transparansi selama hampir dua dekade.

Dokumen yang terdiri dari lebih dari 3 juta halaman, 2.000 video, dan 180.000 gambar ini memberikan pandangan paling detail mengenai penyelidikan terhadap jaringan perdagangan seks yang dilakukan miliarder Jeffrey Epstein. Rilis dokumen tersebut mencakup laporan polisi paling awal dari Palm Beach, Florida, rekaman korban berbicara dengan penyidik, hingga email internal Departemen Kehakiman dari beberapa bulan terakhir.

 

Awal Investigasi dan Perjanjian Rahasia

Investigasi dimulai pada Maret 2005 ketika kepolisian Palm Beach mulai menyelidiki Epstein setelah keluarga seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan anaknya dilecehkan di rumah mewah tersangka. Sejumlah gadis di bawah umur, banyak di antaranya masih siswa sekolah menengah, kemudian memberikan kesaksian bahwa Epstein mempekerjakan mereka untuk memberikan pijatan seksual.

Pada Juli 2006, Epstein ditangkap setelah juri besar mendakwanya dengan tuduhan meminta layanan prostitusi. Namun, tuduhan yang relatif ringan ini mengecewakan pimpinan kepolisian Palm Beach yang secara terbuka menuduh Jaksa Negara Barry Krischer memberikan perlakuan khusus kepada Epstein.

Titik kontroversial terjadi pada Juni 2008 ketika Epstein mengaku bersalah atas tuduhan negara bagian dan hanya divonis 18 bulan penjara. Di bawah perjanjian rahasia, kantor jaksa federal AS setuju tidak menuntut Epstein atas kejahatan federal. Epstein bahkan menjalani sebagian besar hukumannya dalam program pembebasan kerja yang memungkinkannya meninggalkan penjara di siang hari.

 

Gugatan Korban dan Tekanan Media

Salah satu korban Epstein, Virginia Roberts Giuffre, mengajukan gugatan pada Mei 2009 dengan mengklaim Epstein dan Maxwell mengaturnya untuk melakukan pertemuan seksual dengan "bangsawan, politisi, akademisi, pengusaha" dan lainnya.

Kasus ini kembali mencuat setelah Daily Mail menerbitkan wawancara dengan Giuffre pada 2 Maret 2011, di mana ia menggambarkan perjalanannya bersama Epstein ke London pada usia 17 tahun dan menghabiskan malam menari dengan Andrew Mountbatten-Windsor, yang saat itu dikenal sebagai Pangeran Andrew. Kisah dan foto pangeran yang merangkul Giuffre menciptakan krisis bagi keluarga kerajaan.

Pada November 2018, Miami Herald kembali menelisik penanganan kasus Epstein dalam serangkaian laporan yang sebagian berfokus pada peran Alexander Acosta—yang saat itu menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja Presiden Donald Trump. Liputan tersebut meningkatkan minat publik terhadap kasus Epstein.

 

Penangkapan Baru dan Kematian Epstein

Pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap kembali atas tuduhan perdagangan seks yang diajukan jaksa di New York, yang menyimpulkan mereka tidak terikat dengan perjanjian non-penuntutan sebelumnya di Florida. Beberapa hari kemudian, Acosta mengundurkan diri sebagai menteri tenaga kerja.

Epstein ditemukan tewas bunuh diri di sel penjaranya di New York pada 10 Agustus 2019. Sementara itu, Ghislaine Maxwell dituntut pada 2 Juli 2020 dan divonis 20 tahun penjara pada 28 Juni 2022 setelah terbukti bersalah atas perdagangan seks dan kejahatan lainnya.

 

Tekanan Politik dan Transparansi

Minat publik terhadap kasus Epstein melonjak kembali pada Januari 2024 setelah hakim membuka lebih banyak catatan pengadilan dalam gugatan terkait.

Pada Februari 2025, Jaksa Agung Pam Bondi menyebutkan dalam wawancara di Fox News Channel bahwa "daftar klien" Epstein ada di mejanya. Namun, Departemen Kehakiman pada 7 Juli 2025 menyatakan Epstein tidak memiliki "daftar klien" dan tidak akan membuka lebih banyak file terkait investigasi perdagangan seksnya.

Tekanan semakin meningkat ketika anggota Kongres Ro Khanna dan Thomas Massie memperkenalkan Undang-Undang Transparansi File Epstein pada 15 Juli 2025. Undang-undang yang memaksa Departemen Kehakiman membuka file investigasinya tentang Epstein ini disahkan Kongres pada 18 November 2025 dan ditandatangani Trump keesokan harinya.

 

Rilis Dokumen Massal

Departemen Kehakiman mulai merilis dokumen pada 19 Desember 2025, termasuk foto-foto yang disimpan Epstein di rumahnya bersama berbagai orang terkenal yang ditemuinya selama bertahun-tahun, termasuk Trump dan Clinton. Namun, setelah merilis sebagian kecil dokumen yang tersedia, Departemen Kehakiman menghentikan pengungkapan dengan alasan memerlukan lebih banyak waktu untuk meninjau catatan.

Pada 30 Januari 2026, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengumumkan perilisan lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar yang diposting di situs web departemen.

Dokumen-dokumen ini diharapkan memberikan gambaran lengkap tentang jaringan kejahatan seksual Epstein yang melibatkan berbagai tokoh berpengaruh, meskipun beberapa nama yang disebutkan dalam investigasi menolak tuduhan keterlibatan mereka.

Kasus ini juga mencatat momen tragis dengan bunuh dirinya Virginia Giuffre pada 25 April 2025 dan pencabutan gelar bangsawan Andrew Mountbatten-Windsor oleh Raja Charles III pada 30 Oktober 2025 setelah publikasi memoar posthumous Giuffre. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index