Email Terbongkar, Jeffrey Epstein Diduga Bantu Putri Woody Allen Masuk Bard College

Email Terbongkar, Jeffrey Epstein Diduga Bantu Putri Woody Allen Masuk Bard College
Portofolio Mondadori/Portofolio Mondadori melalui Getty Image

Keterkaitan antara sutradara ternama Woody Allen dan mendiang Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah dokumen email yang dibuka Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkap dugaan campur tangan Epstein dalam proses penerimaan anak Allen ke perguruan tinggi. Dalam korespondensi tersebut, istri Woody Allen, Soon-Yi Previn, secara eksplisit mengucapkan terima kasih kepada Epstein karena telah membantu putri mereka, Bechet Dumaine Allen, diterima di Bard College, New York.

 

Dalam sebuah email tertanggal 11 Januari 2017 yang dikirim menggunakan akun email Woody Allen, Previn menulis kepada Epstein, “I can’t thank you enough for getting Bechet into Bard.” Ia melanjutkan bahwa rasa terima kasih itu tidak diungkapkan secara terbuka karena saat itu sedang bersama anak mereka yang lain. “I couldn’t be effusive enough because I was down in the kitchen having dinner with Manzie. I didn’t want her to hear,” tulis Previn dalam email tersebut.

 

Previn juga menyebut sengaja tidak memberi tahu Bechet lebih awal terkait penerimaannya di Bard College agar sang anak merasakan proses yang menegangkan. “I think it’s best that Bechet struggles and doesn’t know ahead of time that she got in, so that when she gets into Bard, she will have sweated it out a bit and will really want to go,” lanjutnya. Ia menutup email dengan kalimat, “Thank you for coming through for us. I can’t tell you how much this means to me. Woody said when Bechet sets fire to the school, they’ll have you to thank.”

 

Woody Allen dan Soon-Yi Previn diketahui memiliki dua anak perempuan angkat, yakni Bechet Dumaine Allen dan Manzie Tio Allen. Berdasarkan informasi di laman LinkedIn milik Bechet, ia tercatat lulus dari Bard College pada 2021. Bard sendiri merupakan perguruan tinggi seni liberal di wilayah utara New York dengan tingkat penerimaan mahasiswa sekitar 50 persen.

 

Email-email tersebut muncul dalam berkas kasus Epstein yang dibuka DOJ, yang memperlihatkan hubungan komunikasi antara Allen, Previn, dan Epstein berlangsung bertahun-tahun, termasuk setelah Epstein mengaku bersalah atas kasus prostitusi anak pada 2008 dan menjalani hukuman penjara selama 13 bulan. Dua tahun setelah bebas, Epstein diduga dimintai bantuan oleh Allen dan Previn untuk membantu proses masuk kuliah anak mereka.

 

Menanggapi isu tersebut, juru bicara Presiden Bard College, Dr. Leon Botstein, dalam pernyataan kepada The New York Times menyebut Epstein sebagai “a serial liar who apparently took credit for the sun rising each day.” Pernyataan itu menegaskan bahwa calon mahasiswa yang dimaksud diterima murni berdasarkan kualifikasi akademiknya. “The applicant referenced in the emails was accepted on the merits of her own qualifications for admission,” bunyi pernyataan tersebut, sembari menambahkan bahwa Bard sudah menjadi komunitas akademik bagi anggota keluarga sebelumnya sehingga tidak memerlukan perkenalan dari Epstein.

 

Pihak kampus juga menjelaskan bahwa Dr. Botstein kerap berkomunikasi dengan orang tua calon mahasiswa yang cemas menghadapi proses penerimaan. “The only difference here is Epstein’s apparent effort to convince a family that his voice was of consequence,” lanjut pernyataan itu.

 

Meski demikian, korespondensi email yang ditinjau The New York Times menunjukkan bahwa Allen dan Previn meyakini Epstein berperan penting dalam penerimaan Bechet. Epstein diketahui menghubungi Botstein secara langsung untuk mengatur kunjungan kampus, setelah itu Previn mengirim email kepada Botstein dengan kalimat, “Thank you so much for your offer to help our daughter, Bechet Allen, get into Bard College. I will take you up on the offer.;).”

 

Ketika Bechet sendiri mengirim email kepada Botstein untuk menyatakan minat resminya ke Bard, Previn meneruskan email tersebut kepada Epstein. Epstein kemudian memberi tahu bahwa Botstein akan menyampaikannya ke panitia penerimaan. Sehari setelahnya, Previn kembali menulis kepada Epstein, “I can’t tell you how much this means to me.”

 

Sebelumnya, Dr. Botstein juga pernah membela hubungannya dengan Epstein terkait penggalangan dana kampus. Dalam wawancara tahun 2023, ia mengatakan, “People don’t understand what this job is... You cannot pick and choose, because among the very rich is a higher percentage of unpleasant and not very attractive people. Capitalism is a rough system.”

 

Hubungan panjang antara pasangan Allen Previn dan Epstein juga mencakup kunjungan ke kediaman Epstein serta saling membantu kepentingan pribadi. Dalam salah satu catatan, Epstein bahkan mencoba membantu Allen mencari pemeran muda untuk filmnya. “Woody Allen is looking for a beautiful =0-24 girl to play a college girl in a comedy. thoughts?” tulis Epstein kepada seorang fotografer.

 

Dalam percakapan lain, Previn sempat menuliskan rasa “disgust” terhadap gadis berusia 15 tahun yang ia sebut sebagai “women” yang “prey” on “weak men,” sebagaimana tercantum dalam arsip email tersebut.

 

Hingga berita ini diturunkan, The Daily Beast menyatakan telah menghubungi Woody Allen, Soon-Yi Previn, serta Bechet Allen untuk meminta tanggapan. Namun, belum ada pernyataan atau tanggapan resmi yang diberikan oleh pihak terkait atas pengungkapan isi email tersebut. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index