Bill Gates Ungkap Penyesalan Mendalam Terkait Hubungan dengan Jeffrey Epstein

Bill Gates Ungkap Penyesalan Mendalam Terkait Hubungan dengan Jeffrey Epstein


Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengungkapkan penyesalan mendalam atas setiap waktu yang pernah dihabiskannya bersama Jeffrey Epstein, predator seksual yang meninggal di penjara pada 2019. Pernyataan ini disampaikan Gates dalam wawancara eksklusif dengan 9News Australia yang ditayangkan Rabu (4/2/2026), setelah namanya kembali terseret dalam dokumen terbaru penyelidikan kasus Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada 30 Januari 2026.


Gates dengan tegas menyatakan, “Setiap menit yang saya habiskan bersama dia, saya menyesalinya, dan saya meminta maaf.” Ia mengaku bodoh karena percaya pertemuan dengan Epstein dapat membawa dampak positif bagi kegiatan filantropi yang dijalankannya. Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files tersebut memuat lebih dari tiga juta halaman catatan, termasuk email-email antara Epstein dan berbagai tokoh terkenal, dugaan transaksi keuangan ilegal, serta foto-foto pribadi yang mencuat ke publik.


Salah satu poin kontroversial dalam berkas DOJ adalah email draft tertanggal 18 Juli 2013 yang diklaim ditulis Epstein, berisi tuduhan bahwa Gates terlibat dalam hubungan di luar pernikahan. Email tersebut menyebutkan Epstein “membantu Bill mendapatkan obat-obatan untuk menghadapi konsekuensi dari hubungan seksual dengan perempuan Rusia dan memfasilitasi pertemuan gelapnya dengan perempuan-perempuan yang telah menikah.” Dokumen itu juga memuat klaim bahwa Gates memiliki penyakit menular seksual dan meminta antibiotik secara rahasia agar tidak diketahui mantan istrinya, Melinda French Gates.


Gates membantah keras seluruh tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai “sangat absurd dan sepenuhnya salah”. Ia menegaskan email draft itu tidak pernah dikirim kepadanya dan mengatakan, “Epstein menulis email kepada dirinya sendiri. Saya tidak pernah menerima itu. Saya tidak tahu apa maksudnya. Apakah dia mencoba menyerang saya dengan cara tertentu?” Juru bicara Gates juga menegaskan bahwa dokumen tersebut justru menunjukkan “rasa frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates, serta sejauh mana upaya yang ia lakukan untuk menjebak dan mencemarkan nama baik.”


Pertemuan antara Gates dan Epstein terjadi pertama kali pada 2011 dan berlangsung hingga 2014, dengan beberapa kali makan malam selama tiga tahun tersebut. Gates menjelaskan fokus pertemuan mereka selalu berkisar pada klaim Epstein bahwa ia mengenal banyak orang kaya yang bisa diajak menyumbang untuk kesehatan global. “Jika dilihat kembali sekarang, itu adalah jalan buntu. Saya salah menilai, dan itu kesalahan besar,” ungkap Gates. Ia membantah pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia atau bertemu perempuan-perempuan yang disebutkan dalam kasus tersebut.


Publikasi dokumen Epstein Files menghidupkan kembali kenangan pahit bagi Melinda Gates, yang resmi bercerai dari Bill Gates pada 2021. Melinda mengungkapkan kepada National Public Radio (NPR) bahwa dokumen tersebut membawa kembali “kenangan akan masa-masa yang sangat, sangat menyakitkan dalam pernikahan saya”. Ia menambahkan, “Bagi saya secara pribadi, setiap kali detail-detail itu muncul, rasanya sangat berat. Pertanyaan apa pun yang masih tersisa tentang hal tersebut saya bahkan tidak bisa mulai memahami semuanya pertanyaan-pertanyaan itu adalah untuk orang-orang yang terlibat dan juga untuk mantan suami saya. Mereka yang harus menjawab hal-hal itu, bukan saya.”


Meski nama Gates tercantum dalam dokumen DOJ, ia tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran hukum oleh korban Epstein mana pun. Dokumen tersebut menegaskan bahwa kehadiran nama seseorang tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran hukum, namun mengungkapkan berbagai keterkaitan antara Epstein dan tokoh-tokoh publik yang sebelumnya sering meremehkan atau menyangkal hubungan mereka dengan terpidana perdagangan seks anak tersebut.


Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel penjaranya di Metropolitan Correctional Center, New York, pada 10 Agustus 2019. Hasil autopsi resmi menyatakan ia meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks anak di bawah umur. Kematiannya meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait jaringan dan hubungannya dengan berbagai tokoh ternama dunia.​​​​​​​​​​​​​​​​

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index