Epic Games secara resmi membantah keberadaan akun Fortnite yang diduga milik Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual dan perdagangan manusia yang meninggal pada 2019. Klarifikasi ini muncul setelah ramai spekulasi di media sosial terkait akun bernama "littlestjeff1" yang masih aktif hingga 2025.
Kontroversi bermula ketika dokumen Epstein Files terbaru mengungkap adanya pembelian V-Bucks, mata uang virtual Fortnite. Penemuan ini memicu dugaan sejumlah pengguna internet bahwa akun "littlestjeff1" adalah milik Epstein. Akun tersebut tercatat masih menunjukkan aktivitas di tahun 2025, bertahun-tahun setelah Epstein meninggal dalam tahanan federal.
Epstein Files sendiri sebelumnya juga mengungkap keterlibatan pelaku dalam industri gaming, termasuk pemblokiran permanen dari Xbox Live. Meski awalnya diduga karena "pelecehan, ancaman, dan/atau penyalahgunaan", laporan menyebutkan pemblokiran tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara Microsoft dan Jaksa Agung New York untuk melarang semua pelaku kejahatan seksual terdaftar dari platform Xbox Live.
Dalam dokumen terbaru, akun "littlestjeff1" dilaporkan mencapai peringkat Silver 1 pada Chapter 5 Season 1 yang berlangsung Desember 2023 hingga Maret 2024, serta memainkan total 75 pertandingan sepanjang 2025. Aktivitas ini memicu spekulasi tidak wajar hingga teori konspirasi yang meragukan kematian Epstein, meski banyak pihak menganggapnya sebagai lelucon tidak pantas mengingat keseriusan kejahatan yang dilakukannya.
Epic Games melalui kanal pembaruan layanannya mengonfirmasi bahwa akun tersebut adalah "muslihat pemain Fortnite". Perusahaan mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu—kemungkinan saat Epstein Files dipublikasikan—seorang pemain mengganti nama penggunanya dari "sesuatu yang sama sekali tidak terkait" menjadi "littlestjeff1".
Epic menjelaskan bahwa sistem pelacak yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas akun hanya menampilkan nama tampilan saat ini, bukan riwayat perubahan sebelumnya. Perusahaan juga menegaskan tidak ada catatan alamat email Epstein yang tercantum dalam dokumen publik di dalam sistem akun Epic.
Lebih lanjut, Epic mengungkapkan telah muncul beberapa akun Fortnite dalam beberapa hari terakhir dengan alamat email dan nama pengguna yang mirip. Namun, belum jelas apakah Epic Games akan mengambil langkah untuk menghukum atau menghapus akun-akun tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa fokus utama dari Epstein Files seharusnya tetap pada keadilan bagi korban dan pertanggungjawaban bagi para konspirator, kaki tangan, atau pihak-pihak terkait lainnya, bukan pada spekulasi yang mengalihkan perhatian dari isu inti.