Akademisi Dukung Penuh Program Swasembada Pangan Nasional
Jakarta, AADToday – Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan, Univ. Muhammadiyah Luwuk Banggai, Dr. Mustafa Abd. Rahim, memberikan dukungan penuh terhadap program swasembada pangan nasional yang saat ini menjadi agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
Momentum swasembada pangan ditegaskan dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada Panen Raya Padi di Karawang, Jawa Barat, (7/1/2026).
Kegiatan tersebut menandai pengumuman resmi keberhasilan swasembada pangan nasional sekaligus menjadi simbol bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada awal tahun 2026.
Dr. Mustafa Abd. Rahim menilai capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam perjalanan pembangunan sektor pertanian nasional. Dengan stok beras nasional yang telah melampaui 3 juta ton, kondisi produksi beras dinilai berada pada fase stabil dan berkelanjutan.
Hal ini juga mempertegas arah modernisasi pertanian yang terus didorong melalui kebijakan berbasis teknologi, penguatan infrastruktur, serta dukungan anggaran yang memadai.
“Pemerintah juga menunjukkan komitmen serius melalui alokasi anggaran ketahanan pangan tahun 2026 sebesar kurang lebih Rp164,4 triliun, meningkat 5,9 persen dari tahun sebelumnya yang mana fokus utama diarahkan pada swasembada beras, peningkatan produksi susu dan daging sapi, serta target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen melalui sektor strategis” ujar Dr. Mustafa.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut menjadi bukti konkret bahwa pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional.
Selain itu, optimalisasi lahan seluas 550.000 hektar dan distribusi pupuk bersubsidi hingga 9,62 juta ton turut menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian.
Berdasarkan data statistik, potensi pengembangan dan pencetakan sawah baru di berbagai kabupaten/kota di Indonesia masih terbuka luas hingga ribuan bahkan jutaan hektar.
Hal ini dinilai sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung visi swasembada pangan.
“Oleh karena itu, masuknya program prioritas ketahanan pangan dalam kepemimpinan Presiden saat ini dinilai harus dimanfaatkan secara optimal” terang Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan, Univ. Muhammadiyah Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah tersebut.
Ia juga menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung agenda prioritas pemerintah melalui penguatan sumber daya manusia pertanian.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap agenda prioritas pemerintah tahun 2026 dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui optimalisasi lahan, percepatan cetak sawah, dan penguatan cadangan pangan pemerintah,” ujar Dr. Mustafa.
Sebagai institusi akademik, pihaknya berperan dalam mencetak sarjana pertanian yang unggul dan kompeten guna mendorong inovasi dan produktivitas sektor pertanian nasional.
“Pada kesempatan ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program ketahanan pangan, bersama-sama bertani dan memajukan sektor pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan Indonesia,” tutupnya.***