YouTube mengalami gangguan massal pada Selasa malam, 18 Februari 2025, yang berdampak pada jutaan pengguna di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, India, Inggris, Australia, Brasil, Kanada, Jerman, dan Meksiko. Platform video terbesar di dunia itu sempat tidak dapat diakses selama beberapa jam sebelum akhirnya pulih sepenuhnya.
Gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 08.00 malam waktu Amerika Serikat bagian Timur (ET). Dalam hitungan menit, laporan error membanjiri situs pemantau gangguan Downdetector. Pada puncaknya, lebih dari 900.000 pengguna melaporkan masalah, dengan lebih dari 320.000 laporan berasal dari Amerika Serikat saja. Sekitar 46,7 persen pengguna mengaku kesulitan mengakses aplikasi YouTube, sementara 21,1 persen lainnya melaporkan masalah pada versi situs web.
Gangguan tidak hanya menyerang YouTube utama. YouTube TV juga tercatat menerima lebih dari 10.000 laporan gangguan di waktu yang bersamaan. Pengguna yang masih bisa membuka platform melaporkan halaman utama (homepage) tampak kosong atau blank, meski fitur pencarian masih sebagian bisa digunakan.
YouTube sendiri segera mengakui insiden ini melalui akun resmi mereka di platform X (sebelumnya Twitter). "Hai semua, kami menyadari bahwa sebagian dari kalian mengalami masalah dalam mengakses YouTube saat ini. Tim kami telah mengetahuinya dan kami akan memberikan pembaruan sesegera mungkin," tulis YouTube dalam pernyataan awalnya.
Dalam pembaruan berikutnya, YouTube menjelaskan cakupan masalah yang lebih luas. "Kami menyadari adanya masalah yang sedang berlangsung yang berdampak pada halaman utama YouTube, rekomendasi, pencarian, dan unggahan, dan kami sedang bekerja untuk memperbaikinya," demikian pernyataan resmi YouTube, seraya meminta pengguna mengikuti pembaruan melalui laman Community mereka.
Penyebab gangguan akhirnya terungkap. YouTube mengonfirmasi bahwa masalah ini dipicu oleh kerusakan pada sistem rekomendasi mereka, yang menyebabkan video tidak muncul di berbagai permukaan platform. "Halaman utama sudah kembali, tetapi kami masih bekerja untuk perbaikan penuh — informasi lebih lanjut segera menyusul!" tulis YouTube di X saat proses pemulihan berlangsung.
Tepat pukul 10.19 malam ET, YouTube mengumumkan bahwa seluruh masalah telah berhasil diselesaikan. "Masalah dengan sistem rekomendasi kami telah teratasi, dan semua platform kami (YouTube.com, aplikasi YouTube, YouTube Music, Kids, dan TV) telah kembali normal," demikian pernyataan resmi penutup dari YouTube.
YouTube merupakan layanan streaming terbesar di Amerika Serikat dan salah satu platform berbagi video paling dominan secara global. Platform ini dimiliki oleh Google, yang hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan tambahan mengenai detail teknis di balik insiden tersebut. Data Downdetector sendiri bersumber dari laporan yang dikirimkan pengguna secara sukarela, sehingga jumlah pengguna yang sesungguhnya terdampak kemungkinan jauh lebih besar dari angka yang tercatat.