MBG Disebut Bisa Ciptakan Jutaan Pekerjaan dan Angkat UMKM Naik Kelas
Jakarta - Pengamat ekonomi dan UMKM lulusan Universitas Indonesia, Ahmad Abdul Gofur menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai intervensi peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi motor baru dalam menggerakkan ekonomi rakyat secara luas dan berkelanjutan.
“Program ini menjawab persoalan mendasar UMKM, yaitu kepastian pasar. Dengan adanya dapur MBG di berbagai wilayah, produk lokal terserap secara konsisten dan mendorong usaha menjadi lebih stabil,” ujarnya.
Menurut Gofur, kebijakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengutamakan penggunaan bahan baku lokal menjadi faktor kunci dalam menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Selama ini, pelaku UMKM, petani, dan peternak kerap menghadapi kendala dalam mengakses pasar yang stabil. Namun melalui MBG, rantai pasok menjadi lebih terstruktur dan memberikan kepastian permintaan yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal dalam program ini tidak hanya memperkuat daya tahan usaha, tetapi juga mendorong transformasi menuju skala usaha yang lebih besar dan profesional.
Lebih jauh, Gofur mengungkapkan bahwa dampak MBG juga terlihat jelas dalam penciptaan lapangan kerja.
Program ini telah menghasilkan sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru melalui berbagai aktivitas operasional SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja di dapur, tetapi juga meluas ke sektor hulu seperti pertanian, peternakan, distribusi, hingga pengolahan pangan.
Kondisi ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang memperkuat struktur ekonomi lokal.
Rantai ekonomi yang terbentuk dari hulu ke hilir menjadikan MBG sebagai salah satu program yang sangat produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga menyoroti keterlibatan lebih dari 43 ribu supplier lokal dalam rantai pasok MBG sebagai indikator kuat keberhasilan program ini dalam mengakselerasi UMKM naik kelas.
“MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan instrumen pembangunan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.” Ujarnya.
Selain itu, MBG dinilai sebagai kebijakan yang komprehensif karena menyasar dua aspek penting pembangunan, yaitu kesehatan dan ekonomi.
“Di satu sisi meningkatkan gizi, di sisi lain menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja.” Lanjutnya.
Gofur menambahkan bahwa keberlanjutan program menjadi faktor penentu dalam memaksimalkan manfaat yang dihasilkan.
“Jika dijalankan secara konsisten, program ini berpotensi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi rakyat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutup Gofur.
Dari dapur ke ekonomi rakyat, MBG menunjukkan peran nyata sebagai motor baru penciptaan jutaan lapangan kerja sekaligus mendorong UMKM untuk tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan.