UMKM Dinilai Kunci Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif

UMKM Dinilai Kunci Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
Syarifuddin Nasution Soroti Pentingnya UMKM dalam Menjaga Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Syarifuddin Nasution Soroti Pentingnya UMKM dalam Menjaga Daya Tahan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Pengamat Ekonomi, Syarifuddin Nasution, menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. 

Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar mata uang, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, serta gangguan rantai pasok dunia menjadi tantangan yang harus dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, UMKM dinilai tetap menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi nasional karena mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat secara luas. 

Dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai puluhan juta unit dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sektor UMKM menjadi penggerak ekonomi yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“UMKM merupakan fondasi utama ketahanan ekonomi nasional,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, karakteristik UMKM yang bertumpu pada pasar domestik, sumber daya lokal, dan tenaga kerja dalam negeri membuat sektor ini lebih adaptif dalam menghadapi gejolak ekonomi global dibandingkan sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor maupun pembiayaan eksternal. 

Kondisi tersebut memungkinkan UMKM tetap menjalankan aktivitas usaha dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat meskipun terjadi tekanan dari luar negeri.

Data menunjukkan bahwa UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM saat ini mencapai sekitar 65,5 juta unit usaha dan mampu menyerap sekitar 119 juta tenaga kerja. 

Selain itu, sektor ini berkontribusi sekitar 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Besarnya kontribusi tersebut menjadikan UMKM sebagai salah satu pilar penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

“Di tengah tekanan global, sektor ini terbukti mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat karena berbasis pada sumber daya lokal, tenaga kerja lokal, serta pasar domestik yang kuat,” lanjutnya.

Selain menjadi penyangga ekonomi domestik, UMKM Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang positif dalam memasuki pasar internasional. Berbagai program pendampingan ekspor yang dilakukan pemerintah telah membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara. 

Syarifuddin menilai penguatan UMKM perlu terus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan akses pembiayaan, transformasi digital, penguatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, serta perluasan jaringan pemasaran. 

Menurutnya, keberhasilan pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Oleh karena itu, penguatan UMKM harus terus menjadi prioritas agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

#Ekonomi

Index

Berita Lainnya

Index