Akademisi UIN Datokarama Palu menilai investasi berkualitas dapat memperluas lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan kesejahteraan.
frekuensinews.com – Terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Akademisi UIN Datokarama Palu, Moh. Baharudin Hafid, SH., MH., mengatakan investasi berkualitas tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi investasi Indonesia pada Semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp942,9 triliun.
Realisasi tersebut juga disebut menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja, naik dari sekitar 1,26 juta tenaga kerja pada Semester I 2025.
Investasi Perlu Beri Dampak Nyata
Baharudin mengatakan peningkatan realisasi investasi menunjukkan adanya kontribusi investasi terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Dari perspektif akademisi, keberhasilan investasi perlu dilihat secara komprehensif, bukan hanya dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Baharudin.
Menurutnya, investasi yang berkualitas diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, mendorong transfer teknologi, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
“Investasi yang berkualitas diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, mendorong transfer teknologi, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” lanjutnya.
Penguatan SDM Jadi Faktor Penting
Baharudin menilai pengembangan sumber daya manusia (SDM) perlu menjadi bagian dari strategi investasi. Kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing dunia usaha.
Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri perlu diperkuat melalui pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi digital, serta pengembangan keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
“Akademisi bersama pemerintah, dunia usaha, asosiasi industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus membangun pemahaman positif mengenai pentingnya investasi berkualitas bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Kepastian Usaha Perlu Dijaga
Menurut Baharudin, pemerintah juga memiliki peran dalam menciptakan kepastian dan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan yang mendukung pengembangan industri, peningkatan kualitas SDM, dan perluasan kesempatan kerja.
“Mari bersama-sama mendukung iklim investasi yang sehat dan kondusif dengan meningkatkan kompetensi SDM serta menjaga stabilitas dan kepastian berusaha,” lanjutnya.
Kolaborasi dengan akademisi, asosiasi industri, dan dunia usaha diperlukan agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.
“Investasi berkualitas diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan ekonomi, serta mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Baharudin.