MBG Dorong Pemenuhan Gizi sekaligus Perputaran Ekonomi Masyarakat

MBG Dorong Pemenuhan Gizi sekaligus Perputaran Ekonomi Masyarakat
Pengamat Politik sekaligus Asisten DPRD Jawa Tengah, Muhammad Sakur
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Perkuat Gizi dan Perputaran Ekonomi Masyarakat

AADToday.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pelaksanaannya dinilai perlu terus diperkuat melalui pengawasan dan evaluasi agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

Pengamat Politik sekaligus Asisten DPRD Jawa Tengah, Muhammad Sakur, S.Sos., M.Sc., mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian, termasuk ketimpangan pangan dan ekonomi serta pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Menurutnya, MBG memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Namun, pencapaian tujuan tersebut sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan di lapangan.

“MBG adalah program yang punya tujuan mulia, yaitu memperbaiki gizi anak Indonesia. Namun implementasinya perlu terus kita awasi dan evaluasi agar tidak ada anak Indonesia yang menjadi korban dalam pelaksanaannya,” ujar Muhammad Sakur.

Pengawasan Pelaksanaan Perlu Diperkuat

Muhammad Sakur menilai Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah perlu terus melakukan penyempurnaan sistem pelaksanaan MBG.

Pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat juga dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan tetap berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Pengawasan terhadap seluruh pihak yang terlibat juga diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan tidak menyimpang dari tujuan utamanya,” lanjutnya.

Ia juga mendukung langkah BGN melakukan penertiban terhadap mitra pelaksana yang terbukti melanggar ketentuan.

Menurutnya, tindakan tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan anggaran dan sumber daya yang dialokasikan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau memang ada mitra yang bermain dan tidak menjalankan program sesuai ketentuan, tentu harus ditertibkan. Kita mendukung BGN untuk melakukan pembenahan agar MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

MBG Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

Selain memenuhi kebutuhan gizi, Muhammad Sakur menilai MBG memiliki potensi menciptakan dampak ekonomi melalui aktivitas produksi dan distribusi pangan di tingkat lokal.

Pelibatan petani, peternak, nelayan, pelaku usaha, serta penyedia bahan pangan lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok program apabila dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

Dengan demikian, manfaat MBG tidak hanya dapat dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan pangan program.

Evaluasi Berkelanjutan Dibutuhkan

Muhammad Sakur berharap pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dilakukan secara berkelanjutan. Perbaikan sistem dinilai penting untuk memastikan berbagai persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

Menurutnya, penertiban terhadap pelanggaran perlu berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Dengan pengawasan, evaluasi, dan perbaikan sistem yang konsisten, MBG diharapkan mampu menjalankan tujuan utamanya dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index