Sekolah Rakyat Dorong Pemerataan Pendidikan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Jakarta - Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi agenda yang strategis dalam mewujudkan kedaulatan nasional.
Salah satu upaya konkret yang kini dilakukan pemerintah adalah melalui pemerataan pendidikan lewat program Sekolah Rakyat, yang baru saja diresmikan secara serentak sebagai program unggulan nasional.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menempatkan rakyat sebagai pusat proses kemajuan, dengan menjadikan pendidikan bukan semata target akademik, tetapi pijakan kesejahteraan jangka panjang.
Dukungan terhadap Sekolah Rakyat datang langsung dari masyarakat. Rahma, salah satu wali murid, menyampaikan pengalaman positif anaknya yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat.
Ia menilai fasilitas yang diberikan sangat memadai dan seluruh kebutuhan pendidikan ditanggung negara.
“Dengan Sekolah Rakyat, masyarakat miskin kembali memiliki harapan bagi anaknya,” ujar Rahma.
Ia menambahkan bahwa pendidikan yang ditempuh anaknya diyakini mampu memutus rantai kemiskinan dan kebodohan yang selama ini diwariskan lintas generasi.
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Selain materi pendidikan nasional, siswa juga dibekali pembangunan karakter, life skill, serta pengembangan kemampuan berdasarkan minat dan bakat.
Pendekatan ini bertujuan menyiapkan lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan sektor produktif di masa depan, bukan sekadar menjadi pengangguran berijazah.
Kepala Biro Humas Kementerian Sosial, Devi Delia, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak-anak miskin. Ia mencontohkan banyak anak di Jakarta yang seharusnya bersekolah justru bekerja mengangkat karung demi bertahan hidup.
“Tanpa intervensi, anak-anak dari keluarga miskin akan mengulang nasib orang tua mereka,” kata Devi.
Menurutnya, kondisi inilah yang ingin diputus oleh Presiden melalui Sekolah Rakyat sebagai gagasan besar yang diterjemahkan oleh Menteri Sosial Gus Ipul dengan melibatkan banyak kementerian dan
Devi menjelaskan, Sekolah Rakyat menyasar anak dari keluarga sangat miskin tanpa tes akademik, melainkan melalui verifikasi data dan pendampingan. Semua kebutuhan siswa ditanggung penuh, mulai dari makan, seragam, laptop, hingga asrama 24 jam.
Program ini juga dilengkapi pemetaan bakat berbasis AI serta terintegrasi dengan berbagai program pengentasan kemiskinan, sehingga disebut sebagai “miniatur pengentasan kemiskinan”.
Selain berdampak pada pendidikan, Sekolah Rakyat juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Setiap daerah menyesuaikan fokus pembelajarannya dengan karakteristik wilayah, seperti teknologi perikanan di pesisir atau pengolahan pangan melalui program Makan Bergizi Gratis.
Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan nyata peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus fondasi Indonesia Maju.***