Indonesia dan Mesir resmi sepakat memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan, termasuk memberantas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) dan menjaga kelestarian sumber daya laut. Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani saat pertemuan bilateral Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Kerja sama ini menjadi penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang selama ini menghadapi ancaman serius dari praktik penangkapan ikan ilegal di perairannya. Melalui kemitraan dengan Mesir, kedua negara akan mendorong pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan sekaligus saling berbagi pengetahuan dan keahlian.
"Di bidang kelautan dan perikanan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan illegal fishing serta pertukaran pengetahuan dan keahlian," ujar Prabowo dalam pernyataan bersama dengan El-Sisi.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata hubungan kedua negara yang telah naik ke level kemitraan strategis. Peningkatan status hubungan itu terjadi setelah Prabowo melakukan kunjungan ke Mesir pada April 2025.
Tak hanya di sektor kelautan dan perikanan, Indonesia dan Mesir juga meneken nota kesepahaman di bidang diplomatik. Dokumen tersebut mencakup Rencana Aksi Kemitraan Strategis serta pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, paspor dinas, dan paspor khusus.
Dalam pertemuan itu, kedua kepala negara turut membahas peluang kerja sama di bidang politik melalui optimalisasi mekanisme bilateral yang sudah berjalan. Di sektor ekonomi, Jakarta dan Kairo membicarakan kesepakatan kerja sama yang diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi kedua negara, termasuk rencana pembentukan dana investasi bersama.
Prabowo juga mengapresiasi pembahasan peningkatan kolaborasi di bidang pendidikan dan pertahanan. Selain itu, Indonesia dan Mesir menegaskan kembali komitmen bersama untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina.
Menurut Prabowo, rangkaian kesepakatan tersebut mencerminkan keseriusan kedua negara dalam mempererat hubungan di berbagai sektor strategis.
"Kesepakatan-kesepakatan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Mesir," kata Prabowo.