Dalam pernyataannya, von der Leyen menyampaikan belasungkawa kepada para korban beserta keluarga yang ditinggalkan. "Doa kami bersama para korban dan keluarga mereka," ucapnya. Ia sekaligus menegaskan solidaritas Uni Eropa kepada pemerintah dan rakyat Arab Saudi.
Von der Leyen secara terbuka mengaitkan serangan tersebut dengan pengaruh Iran di kawasan. Menurut dia, rangkaian serangan yang terus berulang telah mendorong Timur Tengah semakin jauh ke dalam konflik.
"Serangan yang dilakukan oleh proksi Iran ini mendorong kawasan tersebut ke dalam pusaran kekerasan," katanya.
Ia juga menyoroti dampak serangan yang meluas hingga ke luar Arab Saudi. Bandara Riyadh merupakan salah satu simpul penerbangan penting di Teluk, sementara Arab Saudi memegang peran kunci dalam pasokan energi dunia. Gangguan di wilayah tersebut, menurut von der Leyen, berpotensi menimbulkan efek domino secara global.
"Serangan-serangan tersebut mengganggu simpul-simpul penting transportasi dan energi global, serta menimbulkan dampak berantai yang dirasakan di seluruh dunia," tambahnya.
Pemimpin eksekutif Uni Eropa itu turut mendesak agar kekerasan yang menyasar warga sipil segera diakhiri. "Serangan mematikan terhadap warga sipil ini harus segera dihentikan," tegasnya.
Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, korban tewas dalam serangan itu terdiri atas empat warga negara Arab Saudi dan dua warga Bangladesh. Selain itu, masing-masing satu korban jiwa berasal dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Beragamnya kewarganegaraan korban menunjukkan bahwa bandara tersebut menjadi titik lalu lintas internasional yang padat saat serangan terjadi.
Sementara itu, sejumlah korban luka masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Riyadh. Sebagian di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis, sehingga jumlah korban jiwa dikhawatirkan masih dapat bertambah.
Otoritas penerbangan sebelumnya mengumumkan bahwa seluruh operasional bandara dihentikan sementara usai serangan. Langkah itu diambil agar petugas dapat menilai tingkat kerusakan serta memastikan keamanan fasilitas sebelum aktivitas penerbangan kembali dibuka.
Penutupan bandara berdampak langsung pada jadwal penerbangan. Otoritas setempat mengimbau calon penumpang untuk memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Maskapai Kuwait Airways bahkan telah membatalkan penerbangan menuju Riyadh beserta penerbangan baliknya pada Sabtu (10/10/2026) dengan alasan penutupan bandara.
Serangan ini terjadi di tengah memanasnya situasi keamanan di Arab Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi dilaporkan meluncurkan serangkaian rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah bandara serta fasilitas strategis di negara tersebut.