Ketika kembali ditanya soal situasi di Bali, Bahlil menegaskan dirinya masih menunggu laporan langsung dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang sedang berada di lapangan.
"Saya rapat dulu ya. Pak Dirut Pertamina dari sana, nanti setelah itu saya akan mendapat laporan Pak Dirut Pertamina. Setelah itu saya sampaikan kepada teman-teman," imbuhnya.
Rapat bersama Presiden sore itu juga dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Usai rapat, Bahlil memastikan ketersediaan BBM secara nasional masih dalam kondisi aman. Ia menyebut kelangkaan di Bali dan sejumlah daerah lain dipicu persoalan distribusi, bukan kekurangan stok.
"Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala," kata Bahlil di Istana Kepresidenan.
Menurut Bahlil, ketahanan BBM nasional saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari sehingga masih masuk kategori aman. Ia juga menjamin harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Adapun harga BBM nonsubsidi, lanjutnya, tetap bergerak mengikuti dinamika harga minyak dunia.
"Kalau harga menyangkut dengan BBM yang di luar subsidi, itu pasti akan terjadi fluktuatif berdasarkan harga perkembangan dunia," tuturnya.
Untuk mengurai antrean di SPBU Bali, Bahlil berencana menggelar rapat lanjutan bersama Pertamina. Ia menegaskan pemerintah berperan sebagai regulator, sementara pelaksanaan di lapangan menjadi tanggung jawab badan usaha milik negara (BUMN) energi tersebut.
"Di Bali, Pak Simon, sudah di sana, Pak Dirut Pertamina, karena kita tahu bahwa pemerintah kan regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN, dalam hal ini Pertamina. Saya harus balik dulu rapat untuk mendengar laporan terkait perkembangan terkini dari Bali," ujar Bahlil.
Kelangkaan BBM di Bali dalam beberapa hari terakhir memaksa warga berburu bensin hingga berjam-jam. Dilansir detikBali, antrean kendaraan mengular hingga sekitar 1 kilometer di sejumlah wilayah, mulai dari Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli.
Situasi tersebut berujung insiden di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (13/10/2026) pagi. Seorang perempuan warga Desa Bongkasa jatuh pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah mengantre berjam-jam. Korban diduga kelelahan karena kondisi fisiknya sedang kurang fit. Petugas kepolisian bersama petugas SPBU memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilarikan dengan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.
Di Klungkung, warga terpaksa beralih mengantre Pertamax di tiga SPBU, yakni SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih, setelah stok Pertalite kosong pada hari yang sama. Sementara di Buleleng, warga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM. Antrean panjang kendaraan antara lain terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja.
Menanggapi keluhan warga, Gubernur Bali Wayan Koster meminta Pertamina segera membenahi pasokan. Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri kemudian mengungkap salah satu penyebab kelangkaan adalah kendala bongkar muat kapal tanker. Kapal pengangkut BBM disebut kesulitan memasang jangkar sehingga proses bongkar muat yang dijadwalkan pukul 06.30 Wita baru dapat berlangsung pukul 22.00 Wita. Pertamina pun menyiapkan tambahan pasokan untuk memulihkan ketersediaan BBM di Pulau Dewata.