Pangku adalah sebuah film drama sinema Indonesia yang dirilis pada tahun 2025. Film ini merupakan karya debut penyutradaraan film panjang dari aktor terkemuka Indonesia, Reza Rahadian. Skenario film ini ditulis secara kolaboratif oleh Reza Rahadian bersama sastrawan Felix K. Nesi. Diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak yang didirikan oleh Reza Rahadian dan Arya Ibrahim, film ini mengangkat realitas sosial masyarakat pinggiran di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Film ini memiliki tingkat notabilitas (kepentingan) yang tinggi dalam industri perfilman Indonesia karena keberhasilannya meraih penghargaan tertinggi sebagai Film Cerita Panjang Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Selain itu, Pangku juga mendapatkan pengakuan internasional dengan memenangkan empat penghargaan sekaligus dalam penayangan perdananya di Festival Film Internasional Busan ke-30.
Sinopsis
Alur cerita Pangku berpusat pada kehidupan Sartika, seorang perempuan muda yang tengah mengandung dan memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya demi mencari penghidupan yang lebih layak bagi calon anaknya. Perjalanan hidup membawa Sartika terdampar di kawasan Eretan Kulon, Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, sebuah daerah di pesisir Pantura.
Di tengah kesulitan hidupnya, Sartika bertemu dengan sosok Bu Maya, seorang pemilik kedai kopi yang dikenal memiliki reputasi dermawan di lingkungan tersebut. Bu Maya memberikan pertolongan kepada Sartika, merawatnya selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Namun, di balik sikap welas asih tersebut, tersimpan motif tersembunyi. Pasca melahirkan, Sartika terjebak dalam situasi eksploitatif di mana ia dipaksa bekerja sebagai pelayan di "warung kopi pangku" milik Bu Maya, sebuah istilah yang merujuk pada praktik prostitusi terselubung di kedai kopi pinggir jalan.
Konflik cerita berkembang ketika Sartika, yang hidup dalam ketidakpastian dan tekanan, bertemu dengan Hadi. Hadi adalah seorang sopir truk pengangkut ikan yang kerap melintasi jalur Pantura. Pertemuan ini membawa dinamika baru dalam usaha Sartika untuk lepas dari jeratan sosial yang membelenggunya.
Jajaran Pemeran
Berbeda dengan film pada umumnya, Pangku menghadirkan ansambel pemain yang menggabungkan aktor papan atas dengan talenta baru. Karakter utama, Sartika Puspita, diperankan oleh Claresta Taufan, yang beradu akting dengan Fedi Nuril sebagai Hadi, sang sopir truk. Peran antagonis kompleks, Bu Maya, dimainkan oleh aktris senior Christine Hakim, yang penampilannya dalam film ini menuai banyak pujian kritis.
Selain ketiga pemeran utama tersebut, film ini juga didukung oleh sederet nama besar lainnya. Devano Danendra memerankan tokoh Gilang, sementara aktor watak seperti Muhammad Khan dan Lukman Sardi masing-masing berperan sebagai Asep dan Hasan. Tokoh-tokoh pendukung yang memperkuat latar cerita masyarakat Pantura diperankan oleh seniman senior seperti José Rizal Manua, Djenar Maesa Ayu, Happy Salma, serta Arswendy Bening Swara. Penampilan Shakeel Fauzi sebagai Bayu Kesuma (anak Sartika) juga menjadi elemen emosional penting dalam narasi film ini.
Latar Belakang dan Produksi
Gagasan awal pembuatan film Pangku bermula pada tahun 2020. Saat itu, Reza Rahadian sedang menjalani proses syuting untuk proyek lain di kawasan Pantai Utara Jawa dan mengamati fenomena menjamurnya warung "kopi pangku" di sepanjang jalan tersebut. Realitas sosial ini kemudian dikembangkan menjadi premis cerita yang menyoroti perjuangan kaum marginal.
Proyek ini menandai transformasi karier Reza Rahadian dari seorang aktor peraih banyak Piala Citra menjadi sutradara film panjang. Sebelumnya, ia telah menyutradarai film pendek Sebelah (2011) dan miniseri Sementara, Selamanya (2020). Dalam aspek visual, film ini menggandeng sinematografer Teoh Gay Hian, sementara tata musik dikerjakan oleh Ricky Lionardi.
Sebelum diproduksi secara penuh, proyek film ini telah menarik perhatian industri internasional. Pangku terpilih dalam program HAF Goes to Cannes di Hong Kong Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23) pada Maret 2025. Forum tersebut menjadi jembatan strategis yang mempertemukan pembuat film dengan mitra global untuk proses pascaproduksi dan distribusi.
Penerimaan dan Penghargaan
Pangku mencatatkan prestasi gemilang baik di kancah internasional maupun domestik. Film ini melakukan penayangan perdana dunia (World Premiere) di Festival Film Internasional Busan (BIFF) ke-30 pada 20 September 2025 dalam segmen Visions – Asia. Dalam festival bergengsi tersebut, film ini mendominasi dengan memenangkan empat penghargaan, yakni KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Union Award, dan Face of the Future Award.
Di tanah air, film ini dirilis secara komersial di bioskop pada 6 November 2025 dan mendapat sambutan hangat dari kritikus. Puncaknya terjadi pada malam anugerah Festival Film Indonesia 2025 yang diselenggarakan pada 20 November 2025. Pangku berhasil membawa pulang Piala Citra untuk kategori utama Film Cerita Panjang Terbaik.
Selain kategori Film Terbaik, keberhasilan artistik film ini juga diakui melalui kemenangan Christine Hakim sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, serta penghargaan bagi Reza Rahadian dan Felix K. Nesi untuk Penulis Skenario Asli Terbaik. Aspek visual film ini juga diapresiasi melalui kemenangan Eros Eflin sebagai Pengarah Artistik Terbaik. Claresta Taufan dan Ricky Lionardi juga tercatat sebagai nominasi untuk kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Penata Musik Terbaik.