Profil Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN yang Merintis Karier dari Dalam Selama Lebih dari 30 Tahun

Profil Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN yang Merintis Karier dari Dalam Selama Lebih dari 30 Tahun

Suroso Isnandar resmi memimpin PT PLN (Persero) setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (14/10/2026) malam menetapkannya sebagai Direktur Utama, menggantikan Darmawan Prasodjo. Penunjukan ini menempatkan seorang pejabat karier yang telah lebih dari tiga dekade bekerja di PLN di pucuk pimpinan BUMN kelistrikan terbesar di Indonesia, saat perusahaan tengah disorot akibat gangguan listrik di Batam pada 12 Oktober 2026.

 

Komisaris Independen PLN Andi Arief membenarkan pergantian tersebut. Menurutnya, Suroso untuk sementara masih merangkap posisi sebelumnya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, yang ia jabat sejak 18 Juni 2025.

 

"Iya, pergantian Dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso. Sementara Pak Suroso sebagai Dirut masih merangkap jabatan lamanya sampai ada penggantinya," ujar Andi Arief, Rabu (14/10/2026).

 

Andi menyampaikan terima kasih kepada Darmawan atas kepemimpinannya dan menaruh harapan besar pada Suroso untuk melanjutkan pembenahan perusahaan.

 

"Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasojo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso Dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan," tuturnya.

 

RUPS tersebut dihadiri jajaran direksi dan komisaris PLN serta perwakilan BP BUMN. Pada hari yang sama, Suroso juga tampak berada di Istana Kepresidenan Jakarta bersama Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani.

 

Lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971, Suroso menempuh pendidikan Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 1994. Ia kemudian meraih gelar Master of Science bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay, Skotlandia, pada 1999. Pada 2025, ia merampungkan studi doktoral Teknik Elektro di ITB.

 

Perjalanan kariernya hampir seluruhnya dihabiskan di PLN. Selama lebih dari 30 tahun, Suroso menempati berbagai posisi strategis, mulai dari VP Perencanaan Sistem, General Manager di sejumlah unit operasi, hingga kepala unit digital dan teknologi informasi. Pengalamannya mencakup hampir seluruh rantai bisnis kelistrikan, yakni pengelolaan sistem tenaga, pembangkitan, penyaluran, hingga transformasi digital.

 

Beberapa jabatan penting yang pernah ia emban antara lain General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi (2019–2021) dan General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Jawa, Madura, dan Bali (2021–2022). Posisi terakhir itu tergolong krusial karena mengatur keseimbangan pasokan dan beban listrik di sistem kelistrikan terbesar di Tanah Air. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat (2022–2023), sebelum naik ke jajaran direksi pada 2025.

 

Di luar pengalaman teknis, Suroso mengantongi sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) di bidang manajemen risiko strategis. Ia juga aktif di organisasi profesi dan saat ini menjabat Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI).

 

Latar belakang tersebut menjadi modal penting bagi Suroso dalam menghadapi tantangan awal masa kepemimpinannya. Sebelum RUPS digelar, Danantara Indonesia menyampaikan permintaan maaf atas gangguan pasokan listrik di Batam dan mengumumkan rencana penyegaran manajemen PLN guna meningkatkan keandalan pasokan serta kualitas layanan kepada pelanggan.

 

Suroso menggantikan Darmawan Prasodjo, yang menjabat Direktur Utama PLN sejak 6 Desember 2021 setelah sebelumnya menduduki kursi Wakil Direktur Utama sejak 23 Desember 2019. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index