Suroso Isnandar

Suroso Isnandar

Suroso Isnandar (lahir 12 Agustus 1971) adalah insinyur ketenagalistrikan Indonesia yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) sejak 14 Oktober 2026. Ia ditetapkan menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko PLN pada periode 2023–2025 dan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 18 Juni 2025. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) periode 2026–2029 dan anggota Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031.

Kehidupan awal dan pendidikan

Suroso Isnandar lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971. Ia menghabiskan masa kecilnya di sebuah desa di Kabupaten Klaten yang belum teraliri listrik hingga ia duduk di kelas III sekolah menengah pertama. Jaringan listrik di desa tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat, dengan ayahnya sebagai salah satu penggerak.

Pada 1989, Suroso diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada program studi Teknik Elektro dan memilih peminatan Teknik Tenaga Listrik. Ia lulus dengan gelar Sarjana Teknik pada 1994. Melalui beasiswa British Council, ia melanjutkan pendidikan di University of Abertay, Skotlandia, dan memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management pada 1999. Ia sempat memulai penelitian doktoral di universitas yang sama dengan fokus pada jaringan listrik cerdas (smart grid) dan kecerdasan buatan, tetapi penelitian tersebut tidak diselesaikan setelah pendanaan riset dihentikan.

Suroso kemudian menempuh program doktor Teknik Elektro di ITB dan lulus pada 2025 dengan predikat cum laude. Disertasinya berjudul Pendekatan Multiparadigma Berbasis Fuzzy Cognitive Multi Agent System (FC-MAS) pada Model Bisnis Pasar Kelistrikan Non-Kompetitif dan Regulasi Ketat dengan Integrasi Pembangkit Variable Renewable Energy. Penelitian tersebut mengkaji model bisnis pasar kelistrikan Indonesia yang bersifat nonkompetitif dan diatur secara ketat, termasuk peran PLN dalam menjaga keseimbangan daya dan stabilitas sistem, serta integrasi pembangkit energi terbarukan variabel ke dalam sistem tenaga listrik nasional.

Karier

Awal karier

Setelah lulus dari ITB, Suroso bekerja di sektor swasta dan terlibat dalam proyek pembangunan PLTU Suralaya di Merak, Banten. Pada 2002 hingga 2007, ia bekerja di ScottishPower Generation dan ditempatkan di PLTU Longannet, Skotlandia, yang pada masa itu merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di negara tersebut. Di sana ia terlibat dalam pekerjaan refurbishment untuk memperpanjang usia operasi pembangkit.

PLN

Suroso bergabung dengan PLN pada 2007 atas tawaran Herman Darnel Ibrahim, yang saat itu menjabat Direktur Transmisi dan Distribusi PLN. Ia mengawali tugas sebagai staf ahli, kemudian ditempatkan di Divisi Perencanaan Sistem yang menangani perencanaan pembangunan dan pengembangan sistem ketenagalistrikan, hingga menjabat Vice President Perencanaan Sistem.

Pada 2019–2021, ia menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Pada 2021–2022, ia menjabat General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali, unit yang mengatur keseimbangan pasokan dan beban pada sistem kelistrikan terbesar di Indonesia. Pada 2022–2023, ia menjabat Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi di Kantor Pusat PLN. Pada periode tersebut, PLN mengembangkan aplikasi PLN Mobile.

Pada September 2023, Suroso diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko PLN. Pada 18 Juni 2025, ia ditetapkan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.

Direktur Utama PLN

Pada 14 Oktober 2026, RUPS PLN menetapkan Suroso sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Darmawan Prasodjo, yang menjabat sejak 6 Desember 2021. Suroso tetap merangkap jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga penggantinya ditetapkan. Penunjukan tersebut berlangsung setelah gangguan pasokan listrik di Batam pada 12 Oktober 2026. Sebelum RUPS, Danantara Indonesia menyampaikan permintaan maaf atas gangguan tersebut dan mengumumkan rencana penyegaran manajemen PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan dan kualitas layanan.

Organisasi dan kegiatan akademik

Pada Februari 2026, Suroso ditetapkan sebagai Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia periode 2026–2029. Ia juga terpilih sebagai anggota Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031 dari unsur tokoh masyarakat. Ia memegang gelar profesi Insinyur Profesional Utama (IPU) serta sertifikasi di bidang manajemen risiko.

Penghargaan

Pada 7 Juli 2026, Suroso menerima Ganesa Wirya Jasa Adiutama, penghargaan tertinggi ITB, atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi ketenagalistrikan serta ekosistem transisi energi nasional. Pada 22 Juli 2026, ia menerima Energy Executive Award dari Majalah Listrik Indonesia bersama empat tokoh lain, yaitu Deendarlianto, Rinaldy Dalimi, Eniya Listiani Dewi, dan Purnomo Yusgiantoro. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index