KAI Daop 7 Madiun Bangun Pos Jaga di 13 Perlintasan Sebidang, Tiga Titik di Tulungagung

KAI Daop 7 Madiun Bangun Pos Jaga di 13 Perlintasan Sebidang, Tiga Titik di Tulungagung
Kantor Daerah Operasi VII Madiun yang terletak di Jl. Kompol Sunaryo, Kota Madiun, Jawa Timur. Tampak lokomotif D 301 50 yang dijadikan sebagai monumen. (Foto: Rizal Febri Ardiansyah/Wikimedia Commons)

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh operasional perkeretaapian. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kerja sama intensif dengan pemerintah dan masyarakat. Penanganan setiap perlintasan, kata dia, disusun berdasarkan pemetaan kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan.

 

"Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Tohari di Tulungagung, Jumat (9/10/2026).

 

Pembangunan pos jaga ini merupakan bagian dari program nasional peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang mencakup 190 titik prioritas di berbagai wilayah operasi KAI pada 2026. Dari jumlah tersebut, Daop 7 Madiun mendapat alokasi 13 titik yang kini tengah dikerjakan.

 

Ke-13 Jalan Perlintasan Langsung (JPL) yang mendapat pos jaga baru tersebar di sembilan lintas. Di petak Minggiran–Papar terdapat JPL 295 KM 200+303 dan JPL 294A KM 199+645, sedangkan di petak Papar–Purwoasri terdapat JPL 299A KM 206+105. Lintas Purwoasri–Kertosono mencakup JPL 301 KM 210+243 dan JPL 303 KM 211+793, sementara lintas Kras–Ngadiluwih mencakup JPL 266 KM 174+122.

 

Selanjutnya, pembangunan juga dilakukan di JPL 218 KM 138+131 antara Stasiun Rejotangan–Ngunut, JPL 209 KM 130+327 antara Stasiun Blitar–Rejotangan, serta JPL 182 KM 117+186 antara Stasiun Garum–Blitar. Petak Talun–Garum menjadi lintas dengan titik terbanyak, yakni JPL 174 KM 113+137, JPL 172 KM 112+389, dan JPL 171 KM 111+973. Satu titik lainnya berada di JPL 123 KM 153+637 antara Stasiun Caruban–Babadan.

 

Pos jaga yang dibangun tentu membutuhkan petugas yang cakap. Karena itu, selain memperkuat infrastruktur fisik, KAI Daop 7 Madiun juga membekali 52 calon petugas penjaga pintu perlintasan agar siap bertugas di lapangan.

 

Kendati demikian, Tohari mengingatkan bahwa fasilitas dan petugas saja tidak cukup. Efektivitas keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan saat melintas.

 

"Kami juga mengajak dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang. Kedisiplinan bersama seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan kondisi aman, serta tidak menerobos palang pintu merupakan kunci utama dalam mencegah risiko kecelakaan," pungkasnya.

 

KAI berharap penguatan infrastruktur, kesiapan petugas, dan kepatuhan masyarakat dapat mewujudkan perjalanan kereta api yang aman sekaligus memberikan perlindungan lebih bagi warga yang beraktivitas di sekitar jalur rel. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index