BMKG Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut, Hujan Ringan Diprakirakan Guyur Sejumlah Kota Hari Ini

BMKG Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut, Hujan Ringan Diprakirakan Guyur Sejumlah Kota Hari Ini
Foto: Antara/Mecca Yumna Ning Prisie

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga cuaca ekstrem untuk Aceh dan Sumatera Utara karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor pada Senin (12/10/2026). Pada hari yang sama, hujan ringan diprakirakan mendominasi sejumlah kota di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua.

 

Status siaga tersebut tercantum dalam peringatan dini BMKG periode 10–12 Oktober 2026. Di Aceh, wilayah yang masuk kategori siaga meliputi Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Selatan. Sementara di Sumatera Utara, peringatan berlaku antara lain untuk Pakpak Bharat, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, dan Nias Barat.

 

"Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur," tulis BMKG.

 

Selain Aceh dan Sumatera Utara, hujan lebat hingga sangat lebat juga berpotensi terjadi di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Adapun hujan sedang hingga lebat diprakirakan melanda Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, dan Papua.

 

Peringatan cuaca ekstrem ini muncul di tengah kondisi kering yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG mencatat kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino berintensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Pada Dasarian III September 2026, sebanyak 70,59 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami curah hujan kategori rendah.

 

Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar, prakirawan BMKG Afif menyampaikan hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh (Aceh), Padang (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Bengkulu, dan Bandar Lampung (Lampung). Hal itu disampaikan Afif melalui video prakiraan cuaca di kanal YouTube BMKG, Senin pagi.

 

"Kemudian, hujan ringan juga berpotensi terjadi di Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Mamuju (Sulawesi Barat), Ternate (Maluku Utara), Sorong dan Manokwari (Papua Barat), serta Nabire (Papua Tengah)," kata Afif.

 

Hujan berintensitas sedang diprakirakan turun di Medan (Sumatera Utara), sedangkan hujan yang dapat disertai kilat atau petir berpotensi terjadi di Pontianak (Kalimantan Barat) dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).

 

Sebaliknya, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal berpotensi menyelimuti Serang (Banten), Yogyakarta, Surabaya (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Mataram (Nusa Tenggara Barat), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Cuaca berawan tebal juga diprakirakan terjadi di Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), dan Gorontalo, sementara Jayapura (Papua) diprakirakan berawan.

 

Kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Jambi, Palembang (Sumatera Selatan), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Samarinda (Kalimantan Timur), Manado (Sulawesi Utara), Ambon (Maluku), dan Merauke (Papua Selatan). Adapun asap atau kabut diprakirakan muncul di Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Jayawijaya (Papua Pegunungan).

 

Dalam prakiraan cuaca lainnya, prakirawan BMKG Rana menyebut potensi hujan ringan tersebar di sejumlah kota di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

 

"Potensi hujan ringan ditemukan di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang, Pontianak, Samarinda, Mamuju, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya," ujar Rana.

 

Rana mengingatkan kondisi kering tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

"Meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Waspadai pula risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Sesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca," ujar Rana.

 

Di wilayah perairan, BMKG meminta nelayan dan pengguna transportasi laut mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, termasuk perairan selatan Jawa Barat. Awan Cumulonimbus juga berpotensi tumbuh di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan sejumlah kawasan perairan sehingga perlu menjadi perhatian pengguna transportasi laut maupun udara.

 

Masyarakat pesisir turut diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut. Potensi banjir pesisir atau rob diprakirakan terjadi di pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan sebagian pesisir Maluku.

 

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla, serta rutin memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG.

 

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Jika Sobat melihat atau terdampak bencana di sekitar, mari bergotong royong dengan melaporkan melalui bit.ly/laporbencanabot," tulis BMKG. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index