Penjualan Anjlok 54,5 Persen, Nissan Siapkan SUV PHEV NX7 Berjarak Tempuh Listrik 225 Km di China

Penjualan Anjlok 54,5 Persen, Nissan Siapkan SUV PHEV NX7 Berjarak Tempuh Listrik 225 Km di China

Nissan bersiap meluncurkan Nissan NX7, sport utility vehicle (SUV) plug-in hybrid (PHEV) terbaru untuk pasar China, pada kuartal IV 2026. Model garapan perusahaan patungan Dongfeng Nissan ini hadir di tengah tekanan berat terhadap penjualan pabrikan asal Jepang tersebut di Negeri Tirai Bambu, yang pada Agustus 2026 hanya mencapai 24.014 unit atau merosot 54,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Berdasarkan laporan CarnewsChina pada Minggu (11/10/2026), Nissan NX7 mengandalkan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 40,95 kWh dengan sel yang dipasok perusahaan patungan CATL-FAW. Dengan baterai tersebut, SUV ini mampu menempuh jarak 220 hingga 225 kilometer hanya dengan tenaga listrik, bergantung pada konfigurasi, mengacu pada standar pengujian WLTC.

 

Unit NX7 sebelumnya tertangkap kamera tengah menjalani pengujian di jalanan China tanpa kamuflase. Kehadirannya menjadikan NX7 sebagai model keempat dalam keluarga kendaraan energi baru N-series Dongfeng Nissan, menyusul sedan N7, N6, dan SUV NX8. Selain untuk pasar domestik China, jajaran kendaraan yang dikembangkan di negara itu juga menjadi bagian dari strategi Nissan memperluas ekspor ke pasar internasional.

 

Dari sisi dimensi, dokumen regulasi mencatat NX7 berukuran panjang 4.785 mm, lebar 1.932 mm, dan tinggi 1.665 mm, dengan jarak sumbu roda 2.815 mm. Dokumen yang sama juga mencantumkan konfigurasi lain dengan lebar 1.920 mm dan tinggi 1.660 mm, sementara bobot kosongnya berkisar 1.915 kg hingga 2.000 kg.

 

SUV berkapasitas lima penumpang ini berbodi lebih ringkas dibandingkan NX8 yang menawarkan tiga baris kursi. Namun, jarak sumbu rodanya lebih panjang dibandingkan Nissan X-Trail bermesin pembakaran internal yang tercatat 2.706 mm.

 

Secara tampilan, NX7 mengusung karakter lebih sporty dengan profil bodi yang lebih rendah. Bagian depannya memakai konfigurasi lampu terpisah, yakni lampu daytime running light (DRL) horizontal yang ramping di bagian atas dan lampu utama vertikal pada bumper, dilengkapi saluran udara di bagian bawah.

 

Sisi sampingnya menampilkan desain atap mengambang, gagang pintu mekanis semi-tersembunyi, serta lengkungan roda sewarna bodi, dengan pilihan pelek 18 inci dan 19 inci. Adapun bagian belakangnya dihiasi lampu LED memanjang yang menyambungkan sisi kiri dan kanan, tepat di bawah spoiler atap terintegrasi.

 

Untuk sistem penggerak, NX7 memadukan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated bertenaga 73 kW atau sekitar 98 dk dengan motor listrik berdaya puncak 170 kW atau sekitar 228 dk. Sebagai PHEV, baterainya dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Meski demikian, rincian distribusi tenaga antara mesin dan motor listrik, sistem penggerak roda, hingga performa akselerasinya belum diungkapkan.

 

Dongfeng Nissan juga telah mengonfirmasi kehadiran fitur Urban Navigation on Autopilot (NOA), teknologi bantuan berkendara yang dirancang untuk perjalanan di kawasan perkotaan. Sensor LiDAR yang terpasang di atap pun tersedia sebagai opsi untuk mendukung teknologi tersebut. Namun, pabrikan belum merinci perangkat lunak maupun pemasok sistem bantuan pengemudi yang digunakan.

 

Hingga kini, Nissan belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi, harga, maupun susunan varian NX7. Jadwal kuartal IV 2026 pun masih sebatas perkiraan dan belum dikonfirmasi sebagai tanggal peluncuran resmi.

 

Belum ada pula informasi resmi mengenai rencana pemasaran Nissan NX7 di Indonesia, sehingga peluang kehadirannya di pasar Tanah Air masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Nissan. 

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index