Pizza di Berbagai Negara: Inovasi Topping Unik dari Daging Rusa hingga Durian

Pizza di Berbagai Negara: Inovasi Topping Unik dari Daging Rusa hingga Durian
Pizza quattro stagioni

Pizza, hidangan Italia yang telah mendunia, kini hadir dengan beragam variasi unik di berbagai negara yang disesuaikan dengan selera dan bahan lokal masing-masing wilayah. Dari topping daging rusa asap di Finlandia hingga durian di Thailand, setiap negara menghadirkan sentuhan kuliner khasnya pada pizza tradisional.

Finlandia Juarai Kontes Pizza dengan Topping Daging Rusa

Di Finlandia, perusahaan Kotipizza menciptakan varian pizza bernama Poro yang menggunakan daging rusa asap, saus tomat, keju, jamur chanterelle, dan bawang merah. Pizza ini sebelumnya dikenal dengan nama Berlusconi pizza. Inovasi tersebut membuahkan hasil gemilang ketika Kotipizza memenangkan kompetisi pizza internasional America's Plate di New York City pada Maret 2008, mengalahkan kontestan Italia-Amerika yang berada di posisi kedua dan Australia di posisi ketiga.

Asia Hadirkan Variasi Pizza dengan Bumbu Lokal

Kehadiran jaringan restoran pizza di China sejak 1990 berkontribusi signifikan terhadap peningkatan konsumsi pizza di negara tersebut. Pizza Hut membuka gerai pertamanya di China pada 1990, diikuti ekspansi Domino's Pizza pada 2000-an. Untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar dan kekhasan kuliner China, Pizza Hut memodifikasi resep pizzanya dengan memasukkan bahan-bahan lokal seperti stik kepiting, tuna, kecap asin, dan jagung. Hingga 2019, Pizza Hut telah memiliki lebih dari 2.000 gerai di China.

India menjadi pasar terbesar Domino's Pizza di luar Amerika Serikat. Pizza di India umumnya lebih pedas dan berorientasi pada sayuran dibandingkan negara lain. Alih-alih keju Parmesan, pesanan pizza di India biasanya dilengkapi dengan paket bumbu oregano. Topping unik seperti jahe acar juga menjadi ciri khas pizza India.

Indonesia menghadirkan pizza fusion yang menggabungkan favorit kuliner Indonesia sebagai topping, termasuk satay dengan saus kacang, balado pedas dengan cabai, dan rendang daging yang gurih.

Jepang dan Thailand Ciptakan Pizza dengan Topping Tak Biasa

Di Jepang, pizza lokal populer dengan penggunaan saus mayones dan bahan-bahan seperti jagung, kentang, alpukat, belut, bahkan madu atau cokelat untuk pizza dessert. Salah satu topping unik yang ditemukan di Jepang adalah cumi-cumi sebagai bahan fokus utama. Varian crust lokal juga ada, misalnya mochi pizza yang terbuat dari kue mochi Jepang.

Thailand menghadirkan inovasi kontroversial dengan pizza durian yang diperkenalkan The Pizza Company Thailand pada 2018. Pizza ini menuai respons beragam dari masyarakat.

Norwegia Konsumen Pizza Terbanyak di Dunia

Menurut survei ACNielsen 2004, Norwegia menjadi negara dengan konsumsi pizza tertinggi di dunia dengan 5,4 kg per kapita per tahun. Pada tahun tersebut, 50 juta pizza beku terjual dengan total konsumsi mencapai 22.000 ton pizza beku, 15.000 ton pizza buatan rumah, dan 13.000 ton pizza restoran.

Amerika Latin Kembangkan Pizza dengan Sentuhan Lokal

Di Brasil, São Paulo tercatat sebagai konsumen pizza terbesar kedua di dunia pada 2007 setelah New York City, dengan 1,4 juta pizza dikonsumsi setiap hari. Kota ini memiliki 6.000 gerai pizza dari total 25.000 gerai di seluruh Brasil. Tanggal 10 Juli ditetapkan sebagai "Hari Pizza" di São Paulo yang menandai hari terakhir kompetisi tahunan antara para pizzaiolo. Pizza Brasil terkenal dengan topping eksotis seperti pizza stroganoff ayam atau daging sapi, pizza cheeseburger, pizza kentang goreng, hingga pizza fettuccine. Pizza manis juga populer dengan kategori utama cokelat atau pisang, di mana pizza pisang biasanya ditaburi gula dan kayu manis.

Eropa Pertahankan Tradisi dengan Regulasi Ketat

Italia bahkan mengajukan RUU ke Parlemen pada 2002 untuk melindungi pizza Italia tradisional, yang menentukan bahan dan metode pemrosesan yang diizinkan. Pada 9 Desember 2009, Uni Eropa memberikan perlindungan traditional speciality guaranteed untuk pizza Neapolitan tradisional, khususnya varian "Margherita" dan "Marinara" atas permintaan Italia.

Di Swedia, pizza pertama disajikan pada 1947 di kantin staf ASEA di Västerås, namun baru tersedia untuk publik umum pada 1968 di restoran Stockholm bernama Östergök. Salah satu spesialisasi Swedia adalah skrovmål, pizza tipe calzone berisi hamburger dan kentang goreng yang populer sejak 2007. Pizza dengan topping nanas atau pisang, biasanya dikombinasikan dengan saus kari, juga ditemukan di Swedia. Pada 2019, pizza dengan topping buah kiwi di Skottorp mencapai ketenaran internasional.

Pizzeria Mergellina memiliki keberagaman topping dan gaya penyajian pizza di berbagai Indonesia menunjukkan bagaimana hidangan Italia ini berhasil beradaptasi dengan budaya kuliner lokal sambil tetap mempertahankan esensi dasarnya sebagai makanan yang disukai di Indonesia.  

Ikuti AAD Today Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index